
Pemohon gugatan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres, Denny Indrayana, di Gedung MK RI, Jakarta, Selasa (6/10). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Penggugat syarat pendidikan calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka, Denny Indrayana menagih Presiden Prabowo Subianto untuk menyikapi secara terbuka terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak ditemukan ijazah SMA sederajat Gibran Rakabuming Raka.
Denny menilai, sikap Presiden diperlukan karena partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan disebut masih menunggu arah politik Prabowo sebelum menentukan posisi mereka terhadap persoalan tersebut.
"Kita belum melihat satu koma, satu titik dari Presiden Prabowo atas putusan Mahkamah Konstitusi yang sangat strategis terkait tentang nasib bangsa Indonesia. Ini adalah presidensial issue, presidensial responsibility," kata Denny Indrayana di Jakarta, Jumat (9/10).
Baca Juga:6 Alasan Tak Terduga Orang Lebih Suka Membaca Buku Fiksi daripada Nonfiksi Menurut Psikologi
Pakar hukum tata negara itu menekankan, sebagai pemimpin pemerintahan, Prabowo perlu menyampaikan pandangannya mengenai persoalan tersebut. Menurut Denny, kejelasan sikap Presiden dibutuhkan agar arah penyelesaian polemik tidak terus berada dalam ketidakpastian.
"Sebagai nahkoda bangsa ini, pada tempatnya, pada waktunya, Presiden (harus) memberikan positioning dia," tegasnya.
Denny juga mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh sejumlah partai politik setelah MK membacakan putusannya. Namun, ia menyebut partai-partai tersebut masih memilih sikap wait and see atau menunggu perkembangan sebelum menentukan langkah lebih lanjut.
Menurut Denny, sikap yang ditunggu oleh partai-partai itu berkaitan erat dengan posisi Prabowo, baik sebagai Presiden maupun Ketua Umum Partai Gerindra. Ia menilai pandangan Prabowo akan menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam menentukan sikap politik koalisi.
"Yang ditunggu adalah bagaimana posisi Ketua Umum Parta Gerindra, yang ditunggu adalah bagaimana posisi Presiden terhadap Wapresnya," ucap Denny.
Lebih lanjut, Denny memperkirakan partai politik pendukung pemerintah akan tetap berhati-hati selama Prabowo belum menyampaikan sikapnya. Ia menduga, posisi para ketua umum partai yang juga menjabat sebagai menteri di kabinet turut memengaruhi keberanian mereka untuk mengambil sikap berbeda.
"Ketika Presiden Prabowo hanya diam hakul yakin mereka akan diam saja. Gak mau mereka kehilangan posisi menterinya, para ketua umum partai itu," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022