
Ilustrasi frasa yang sering diucapkan oleh orang bermuka dua atau pembohong ulung yang tidak jujur dan tidak tulus dalam percakapan, menurut psikologi./Freepik.
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berinteraksi dengan berbagai macam orang, termasuk mereka yang tidak selalu berkata jujur atau tulus.
Pembohong ulung biasanya memiliki cara tersendiri untuk memanipulasi lawan bicaranya, salah satunya dengan menggunakan frasa-frasa tertentu yang tampaknya biasa saja, tetapi sebenarnya memiliki maksud tersembunyi.
Orang bermuka dua sering kali terdengar meyakinkan, tetapi jika diperhatikan lebih dalam, ada pola kata-kata yang mereka gunakan untuk menghindari tanggung jawab, membelokkan fakta, atau bahkan memanipulasi emosi kita.
Psikologi mengungkap bahwa ada beberapa frasa khas yang kerap digunakan oleh individu yang tidak jujur dan tidak tulus dalam percakapan.
Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Selasa (11/3), berikut merupakan 9 frasa orang bermuka dua atau pembohong ulung yang tidak jujur dan tidak tulus dalam percakapan, menurut psikologi.
1. “Percayalah padaku.”
Ungkapan ini sebenarnya biasa digunakan untuk meyakinkan seseorang. Namun, jika terlalu sering diucapkan, terutama dalam situasi yang tidak membutuhkan jaminan kepercayaan, bisa jadi itu tanda seseorang sedang berbohong atau tidak tulus.
Orang yang tidak jujur sering menggunakannya untuk membuat Anda merasa aman atau mengabaikan kekhawatiran Anda tanpa benar-benar memberikan solusi.
Jika seseorang terus-menerus meminta kepercayaan tanpa membuktikannya dengan tindakan, itu adalah tanda bahaya.
Biasanya, mereka mengatakan ini saat ingin meyakinkan Anda tentang sesuatu yang sebenarnya mencurigakan atau terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Kepercayaan seharusnya diperoleh dari tindakan nyata, bukan sekadar diminta dengan kata-kata.
2. “Aku tidak pernah berbohong.”
Meskipun terdengar seperti sesuatu yang hanya akan dikatakan oleh orang jujur, sebenarnya ini bisa menjadi tanda sebaliknya. Semua orang pasti pernah berbohong di suatu titik dalam hidupnya, meskipun hanya kebohongan kecil.
Jika seseorang merasa perlu untuk terus-menerus menegaskan bahwa mereka tidak pernah berbohong, bisa jadi mereka justru sedang menutupi sesuatu.
Orang yang tidak jujur sering menggunakan ungkapan ini untuk mengalihkan perhatian dari perilaku mereka yang sebenarnya. Kejujuran sejati ditunjukkan melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata.
3. “Orang lain juga melakukannya…”

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
