Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 19.20 WIB

Kenali 8 Alasan Mengapa Seseorang Terus Terjebak Dalam Hubungan dengan Orang yang Kurang Tepat, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang tidak nyaman dengan pasangannya. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang tidak nyaman dengan pasangannya. (Freepik)

JawaPos.com – Terasa membingungkan saat melihat seseorang berulang kali memilih pasangan yang jelas-jelas tidak baik untuk kehidupannya, bukan?

Lingkaran pola hubungan yang merugikan ini seringkali sulit sekali diputus meski dampaknya sudah sangat terlihat jelas bagi semua orang di sekitar.

Namun ternyata, ada beberapa alasan mendasar di balik kecenderungan jatuh cinta pada orang yang kurang tepat secara terus menerus.

Faktor-faktor ini seringkali berakar dalam diri dan bekerja tanpa disadari oleh individu yang mengalaminya sendiri. Melansir dari Geediting.com Kamis (24/4), berikut beberapa penyebab umum di baliknya.

  1. Mengejar rasa akrab yang merugikan

Satu di antara alasan kuat adalah kenyamanan yang dirasakan seseorang terhadap hal-hal yang sudah terasa familiar di benaknya.

Bahkan jika keakraban tersebut berasal dari pengalaman hubungan kurang sehat di masa lalu, itu tetap terasa lebih aman daripada ketidakpastian yang baru.

  1. Merasa cinta harus diperjuangkan keras

Beberapa orang meyakini bahwa nilai diri dan kelayakan dicintai itu harus dibuktikan melalui perjuangan besar.

Keyakinan ini mendorong mereka tanpa sadar mengejar individu yang secara emosional tidak tersedia untuk membuktikan bahwa mereka "cukup baik".

  1. Menganggap sifat buruk sebagai keunikan

Ada kecenderungan melihat perilaku toksik dari calon pasangan sebagai kekurangan kecil atau sifat unik yang bisa diterima.

Mereka tanpa sadar mengabaikan tanda bahaya yang jelas terlihat di depan mata dan pada akhirnya menerima standar hubungan yang jauh di bawah seharusnya.

  1. Keliru membedakan intensitas dan kedekatan sejati

Perasaan bergejolak dan drama dalam hubungan seringkali disalahartikan sebagai bentuk keintiman atau cinta yang mendalam.

Emosi tinggi yang muncul justru terasa seperti koneksi kuat padahal sebenarnya hanyalah intensitas sesaat tanpa fondasi kedekatan emosional yang kokoh.

  1. Khawatir merasa kesepian sendiri

Ketakutan besar terhadap kesendirian atau keheningan dalam hidup mendorong seseorang tetap bertahan dalam hubungan apapun itu bentuknya.

Mereka memilih berada dalam koneksi yang kurang baik daripada menghadapi rasa sepi yang mungkin muncul jika mereka sendirian.

  1. Menyembunyikan kebutuhan diri sendiri

Upaya untuk tidak terlihat "merepotkan" atau "terlalu menuntut" membuat seseorang rela menekan kebutuhan emosionalnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore