
Ilustrasi orang yang tidak nyaman dengan pasangannya. (Freepik)
JawaPos.com – Terasa membingungkan saat melihat seseorang berulang kali memilih pasangan yang jelas-jelas tidak baik untuk kehidupannya, bukan?
Lingkaran pola hubungan yang merugikan ini seringkali sulit sekali diputus meski dampaknya sudah sangat terlihat jelas bagi semua orang di sekitar.
Namun ternyata, ada beberapa alasan mendasar di balik kecenderungan jatuh cinta pada orang yang kurang tepat secara terus menerus.
Faktor-faktor ini seringkali berakar dalam diri dan bekerja tanpa disadari oleh individu yang mengalaminya sendiri. Melansir dari Geediting.com Kamis (24/4), berikut beberapa penyebab umum di baliknya.
Satu di antara alasan kuat adalah kenyamanan yang dirasakan seseorang terhadap hal-hal yang sudah terasa familiar di benaknya.
Bahkan jika keakraban tersebut berasal dari pengalaman hubungan kurang sehat di masa lalu, itu tetap terasa lebih aman daripada ketidakpastian yang baru.
Beberapa orang meyakini bahwa nilai diri dan kelayakan dicintai itu harus dibuktikan melalui perjuangan besar.
Keyakinan ini mendorong mereka tanpa sadar mengejar individu yang secara emosional tidak tersedia untuk membuktikan bahwa mereka "cukup baik".
Ada kecenderungan melihat perilaku toksik dari calon pasangan sebagai kekurangan kecil atau sifat unik yang bisa diterima.
Mereka tanpa sadar mengabaikan tanda bahaya yang jelas terlihat di depan mata dan pada akhirnya menerima standar hubungan yang jauh di bawah seharusnya.
Perasaan bergejolak dan drama dalam hubungan seringkali disalahartikan sebagai bentuk keintiman atau cinta yang mendalam.
Emosi tinggi yang muncul justru terasa seperti koneksi kuat padahal sebenarnya hanyalah intensitas sesaat tanpa fondasi kedekatan emosional yang kokoh.
Ketakutan besar terhadap kesendirian atau keheningan dalam hidup mendorong seseorang tetap bertahan dalam hubungan apapun itu bentuknya.
Mereka memilih berada dalam koneksi yang kurang baik daripada menghadapi rasa sepi yang mungkin muncul jika mereka sendirian.
Upaya untuk tidak terlihat "merepotkan" atau "terlalu menuntut" membuat seseorang rela menekan kebutuhan emosionalnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
