
Ilustrasi seseorang yang memiliki banyak uang. (freepik)
JawaPos.com- Uang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang, ungkapan tersebut tentu tidak asing di dalam telinga.
Sah-sah saja menganggap bahwa uang dapat membuka akses lebih banyak di dalam hidup. Karena memang begitu kenyataannya. Banyak hal yang harus dirawat dan dijaga dengan uang.
Tapi bukan berarti mereka dengan kondisi finansial terbatas tidak bisa bahagia, hanya saja mereka memiliki tantangan lebih besar daripada mereka yang hidup berkecukupan.
Sumber finansial atau uang dianggap menyediakan kualitas hidup yang lebih baik. Bahkan banyak dari kita yang terbiasa percaya bahwa berbelanja atau memiliki banyak barang bisa membuat lebih bahagia.
Akibatnya, meskipun kondisi yang sebenarnya sudah cukup, kita masih merasa untuk bisa lebih bahagia. Kita menjadi lebih sering membandingkan diri dengan seseorang yang lebih kaya seolah-olah kehidupan yang cukup dan tidak rakus bisa diatasi dengan menambah nominal kekayaan. Padahal rasa cukup itu tidak akan pernah ada, jika terus mengejar “sesuatu” yang tidak ada ujungnya
Lantas, benarkah uang bisa membeli kebahagiaan? Mengutip dari laman www.verywellmind.com berikut jawabannya untuk anda.
Uang bisa membeli kebahagiaan?
Faktanya, uang berperan di dalam menciptakan rasa aman, akses terhadap barang, dan peluang dalam mengembangkan diri. Kemampuan seseorang untuk membeli sering dikaitkan dengan kualitas hidup yang tinggi. Sementara itu, rasa aman finansial bisa menurunkan kecemasan karena seseorang tidak harus berpikir tentang kebutuhan sehari-hari atau biaya yang tidak terduga. Pada intinya, beberapa aktivitas terkadang harus didukung dengan uang agar bisa mencapai kesejahteraan diri.
Hubungan uang dan kebahagiaan
Uang memang bisa membuat seseorang bahagia. Namun jangan menjadikan uang sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan.
Gaji anda yang tinggi bisa membawa dampak negatif ketika harus mengorbankan kualitas hidup normal demi meraih banyak uang. Banyak hubungan dan koneksi yang erat harus dikorbankan ketika kita berbicara soal uang dan harta.
Uang sebanyak apapun tidak akan menggantikan rasa lelah dan emosional, ketika kita terus menerus mengejar uang. Perselisihan soal uang bisa membuat anda kehilangan teman dekat, saudara, bahkan seseorang yang anda anggap sebagai keluarga. Hal ini bisa memperburuk citra, hubungan, dan dalam kondisi yang parah, anda bisa dipandang sebagai ancaman atau bahkan “musuh”. Akibatnya, anda mungkin merasa terus-menerus terancam saat kondisi finansial menurun, atau terjebak di dalam keserakahan karena kekayaan dan uang tidak pernah terasa cukup.
Strategi mencari kebahagiaan di luar uang
Membangun hubungan positif
Hubungan yang kuat dan suportif sangat penting bagi kesehatan mental dan kepuasan hidup. Terlibat di dalam interaksi yang bermakna bisa menciptakan kenangan yang lebih berkesan daripada kepemilikan secara materiil

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
