Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 September 2025, 08.41 WIB

Ini Beberapa Hal yang Hanya Dirasakan dan Dialami oleh Penderita ADHD, Menurut Psikologi

Ini Beberapa Hal yang Hanya Dirasakan dan Dialami oleh Penderita ADHD, Menurut Psikologi (DC Studio/Freepik) - Image

Ini Beberapa Hal yang Hanya Dirasakan dan Dialami oleh Penderita ADHD, Menurut Psikologi (DC Studio/Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa harus mengerjakan tugas penting, tetapi malah tergoda untuk merapikan meja, melipat pakaian, atau melakukan hal lain yang sebenarnya tidak mendesak?

Perasaan ini mungkin sesekali dialami banyak orang, namun bagi mereka yang hidup dengan ADHD, kondisi ini bisa terjadi hampir setiap hari dan terasa jauh lebih intens. 

Dalam penjelasan pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) bukan sekadar soal sulit fokus, melainkan sebuah kondisi yang memengaruhi cara seseorang mengatur perhatian, mengelola waktu, hingga mengendalikan emosi.

Sayangnya, banyak orang yang masih salah paham terhadap kondisi ini dan menganggapnya sekadar malas atau tidak disiplin.

Orang dengan ADHD sering kali menghadapi “mental clutter” atau pikiran yang selalu penuh, seperti ada ratusan hal yang berdesakan di kepala mereka. Hal ini membuat fokus pada satu tugas terasa sulit. 

Selain itu, ada juga masalah time blindness, yaitu kesulitan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sesuatu.

Inilah yang membuat penderita ADHD kerap terlambat, melewatkan deadline, atau merasa kewalahan.

ADHD juga membuat seseorang mengalami unfocus atau justru hyperfocus. Di satu sisi mereka bisa sulit berkonsentrasi, tapi di sisi lain bisa begitu larut dalam satu hal hingga lupa waktu dan kebutuhan dasar seperti makan atau istirahat.

Tantangan lain muncul dari tugas-tugas rutin yang membosankan, karena aktivitas yang repetitif terasa sangat berat untuk dijalani.

Tidak berhenti di situ, ADHD juga berkaitan dengan emosi yang mudah meledak. Rasa frustrasi kecil bisa berubah menjadi ledakan besar.

Kondisi ini sering kali disalahpahami oleh lingkungan sekitar sebagai sikap kasar atau tidak sabar.

Ditambah lagi, kesulitan dalam interaksi sosial, kecenderungan impulsif, dan sensitivitas terhadap penolakan membuat hubungan pribadi maupun profesional menjadi lebih rumit.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore