Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 September 2025, 01.58 WIB

Tidak Sama dengan Introvert, Ekstrovert, atau Ambivert: Ini Alasan Seseorang Masuk Kategori Otrovert, Menurut Kaminski

Ilustrasi, bukan introvert, ekstrovert, atau ambivert, ini alasan seseorang masuk kategori otrovert. Freepik/ freepik. - Image

Ilustrasi, bukan introvert, ekstrovert, atau ambivert, ini alasan seseorang masuk kategori otrovert. Freepik/ freepik.


JawaPos.com - Mungkin ada seseorang yang bukan pusat perhatian di pesta dan bukan juga bayangan yang diam di sudut ruang, melainkan seseorang yang mengalir dengan mudah diantara keduanya, menikmati momen sosial yang meriah sekaligus kesendirian yang damai.

Mungkin juga ada seorang teman Anda yang menyukai diskusi yang hidup, namun butuh juga waktu untuk mengisi ulang energi atau rekan kerja yang energinya tampak tak pernah habis di pesta kantor, tetapi pada saat yang sama menghargai refleksi mendalam dan penuh pertimbangan saat istirahat makan siang.

Perpaduan sifat-sifat tersebut sering kali membingungkan dan tidak masuk dalam tipe kepribadian manapun, baik itu introvert, ekstrovert, maupun ambivert.
 
Baca Juga: Muncul Istilah Otrovert? Berikut 7 Ciri Utama Kepribadian Baru yang Berbeda dari Introvert dan Ekstrovert

Oleh sebab itu, dilansir JawaPos.com dari timesofindia pada Selasa (23/9), Dr. Rami Kaminski, psikiatri asal Amerika Serikat menciptakan istilah baru, yakni 'otrovert' untuk mendefinisikan kepribadian unik tersebut, yang mampu dengan mudahnya menyeimbangkan antara introversi dan ekstroversi.

Kemampuan memahami lanskap sosial secara seimbang adalah kekuatan rahasia seorang otrovert, namun juga membuat mereka tidak diterima dimanapun karena tidak sepenuhnya sesuai dengan stereotip introvert, ekstrovert, maupun ambivert.

Mereka tidak terpaku hanya pada satu ujung spektrum saja, tetapi sebaliknya, mereka mampu beradaptasi menemukan energi dari interaksi sosial dan kesendirian di lain waktu.
 
Baca Juga: Mengenal Otrovert: Kepribadian Baru yang Terhubung dengan Konsep Otherness dalam Psikologi dan Sosiologi

Mungkin hal ini membuat mereka tampak seperti ambivert dalam banyak diskusi, tetapi pada satu titik tertentu, mereka sangat nyaman dan terampil dalam mengetahui kapan harus terlibat dan kapan harus menarik diri.

Dengan kata lain, mereka dapat menunjukkan kecenderungan menjadi introvert dan ekstrovert tergantung pada konteksnya.

Bila introvert merasa terkuras energinya oleh interaksi sosial dan berusaha terus-menerus menyembunyikan diri dari sorotan dan ekstrovert yang merasa bersinar dan senang mendapatkan perhatian dalam pertemuan sosial yang besar, maka kaum otrovert menurut Kaminski adalah 'bunglon' sosial.

Mereka lincah dan mampu menavigasi dinamika sosial, mengubah perilaku tanpa kehilangan inti otentik pribadinya. Mereka juga unggul dalam peran yang membutuhkan fokus independen dan kerja sama tim.

Mereka menunjukkan ketahanan dalam berbagai lingkungan meski sulit menyesuaikan diri. Namun, hal itu justru memberi mereka kebebasan. Membuat otrovert tidak terikat, tidak terlalu takut ditolak, dan mampu melihat solusi yang tidak bisa dilihat orang lain.

Proses berpikir internal seorang otrovert pun sering kali mendorong pemecahan masalah yang kreatif dan sisi terbukanya memfasilitasi mereka untuk komunikasi efektif.

Perpaduan kepribadian yang unik ini membantu kaum otrovert bersinar terang di ranah sosial dan profesional yang kompleks, dimana fleksibilitas dan kecerdasan emosional dihargai.

Bagaimana, apakah Anda termasuk dalam kategori kepribadian otrovert? Renungkanlah!.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore