
seseorang yang sulit berteman./ Freepik/freepik
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, memiliki banyak teman terasa seperti kebutuhan emosional yang mendasar.
Mereka tulus ingin diterima, ingin dekat, ingin menjadi bagian dari lingkaran sosial. Namun ironisnya, semakin besar keinginan untuk berteman, semakin sering pula hubungan itu tidak bertahan lama. Pertemanan datang dan pergi, meninggalkan tanda tanya dan rasa kecewa.
Dalam psikologi sosial, fenomena ini bukan soal niat buruk atau kepribadian yang “salah”. Justru sering kali, orang-orang ini memiliki hati yang hangat dan keinginan kuat untuk terhubung.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (18/12), ada pola perilaku tertentu yang muncul secara tidak sadar—pola yang perlahan menggerus kualitas hubungan. Berikut tujuh perilaku yang paling sering muncul.
1. Terlalu Cepat Melekat Secara Emosional
Orang yang sangat ingin berteman cenderung membangun kedekatan emosional dengan sangat cepat.
Baru beberapa kali bertemu, mereka sudah berbagi cerita pribadi yang dalam, berharap ikatan itu segera terasa “spesial”.
Dalam psikologi, ini sering berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman. Sayangnya, tidak semua orang siap dengan intensitas seperti itu.
Bagi sebagian teman, kedekatan yang terlalu cepat justru terasa menekan dan membuat mereka mundur perlahan.
2. Terlalu Berusaha Menyenangkan Semua Orang
Keinginan kuat untuk disukai sering membuat seseorang mengorbankan keaslian dirinya. Mereka selalu berkata “iya”, menyesuaikan pendapat, bahkan menekan kebutuhan pribadi demi menjaga hubungan.
Awalnya terlihat sebagai sikap ramah, tetapi dalam jangka panjang, hubungan menjadi tidak seimbang.
Teman bisa merasakan bahwa interaksi tersebut tidak tulus sepenuhnya, sementara orang yang terlalu mengalah justru menumpuk rasa lelah dan kecewa.
3. Sensitif Berlebihan terhadap Penolakan Kecil
Pesan yang dibalas lama, ajakan yang ditunda, atau perubahan nada bicara sering ditafsirkan sebagai tanda ditinggalkan. Orang dengan pola ini cenderung overthinking dan langsung menarik kesimpulan negatif.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
