
Ilustrasi putus cinta/freepik
JawaPos.com - Ada momen menyakitkan ketika kamu sadar bahwa perasaan masih tertinggal, tetapi hubungan itu sendiri sudah tidak layak diperjuangkan. Kamu tahu di lubuk hati paling dalam bahwa bertahan hanya akan membuat luka semakin dalam, namun melepaskan terasa seperti kehilangan sebagian dari dirimu sendiri.
Inilah fase paling membingungkan, saat logika dan hati saling bertabrakan tanpa ada pemenang. Berhenti mencintai seseorang bukan soal melupakan dalam semalam, melainkan proses pelan yang sering kali tidak rapi, penuh emosi, dan kadang membuatmu terlihat “lemah”.
Namun justru dengan langkah-langkah yang jujur dan realistis, kamu bisa perlahan keluar dari lingkaran sakit yang sama. Berikut enam hal penting yang perlu kamu lakukan ketika kamu tahu sudah saatnya berhenti mencintai seseorang seperti dirangkum dari laman Your Tango!
1. Blokir Dia di Media Sosial
Memutus akses di media sosial adalah salah satu langkah paling masuk akal untuk melindungi dirimu sendiri. Melihat unggahan bahagianya, senyumnya dengan orang lain, atau potongan hidup yang seolah baik-baik saja hanya akan membuka luka lama. Wajar jika suatu saat kamu tergoda membuka blokirnya karena rasa penasaran, lalu merasa hancur setelah melihatnya. Tidak apa-apa, yang penting kamu kembali memblokirnya lagi.
Memberi jarak adalah kunci utama agar perasaan bisa mereda. Media sosial sering membuat proses move on jadi jauh lebih sulit karena kamu terus terpapar kehidupan orang yang seharusnya sudah tidak lagi ada di ruang emosimu. Blokir bukan tanda kekanak-kanakan, tapi bentuk perlindungan diri agar kamu tidak terus terseret ke rasa sakit yang sama.
2. Mintalah Pendapat Jujur dari Teman-temanmu
Saat kamu masih terjebak perasaan, sudut pandangmu tentang dia hampir pasti tidak objektif. Di sinilah peran teman-temanmu menjadi sangat penting. Mintalah pendapat mereka secara jujur, bahkan jika itu terdengar kejam. Orang-orang terdekat biasanya menahan diri karena tidak ingin menyakitimu, padahal kejujuran merekalah yang justru bisa menyadarkanmu.
Sering kali, teman-temanmu melihat hal-hal yang kamu abaikan demi cinta: sikap malasnya, ketidakdewasaan emosinya, atau caranya memperlakukanmu dengan setengah hati. Mendengar fakta-fakta itu mungkin menyakitkan, tetapi juga bisa menjadi tamparan yang kamu butuhkan untuk berhenti mengidealkan seseorang yang sebenarnya tidak pantas kamu pertahankan.
3. Mulai Kembali Berinteraksi dengan Orang Lain, tapi Jangan Memaksakan Diri
Salah satu cara untuk perlahan melepaskan seseorang adalah dengan kembali membuka diri pada dunia luar. Ini bukan berarti kamu harus langsung menjalin hubungan baru atau mencari pelarian semata. Cukup mulai dari hal kecil: berbincang dengan orang baru, menerima perhatian ringan, atau sekadar mengingat bahwa hidupmu tidak berhenti pada satu orang saja.
Namun, penting untuk jujur pada dirimu sendiri. Jika hatimu masih rapuh, jangan memaksakan diri masuk ke situasi yang membuatmu semakin kosong. Interaksi dengan orang lain seharusnya membantu memulihkan kepercayaan diri, bukan menjadi cara untuk menutup luka yang belum sembuh.
4. Buat Daftar Realistis tentang Siapa dia Sebenarnya, Bukan Versi Ideal di Kepalamu
Saat mencintai, kamu cenderung memoles kekurangan seseorang dan menutup mata terhadap hal-hal yang sebenarnya mengganggumu. Sekarang saatnya jujur. Ingat kembali kebiasaan buruknya, sikap yang membuatmu lelah, hal-hal kecil yang dulu kamu anggap sepele tetapi sebenarnya menyakitkan.
Namun, berhati-hatilah agar kamu tidak terjebak dalam kemarahan semata. Tujuannya bukan membenci, melainkan melihat dia apa adanya. Dengan begitu, kamu bisa berhenti mencintai versi khayalan yang tidak pernah benar-benar ada, dan mulai melepaskan seseorang yang secara realistis tidak cocok untukmu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
