Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 04.16 WIB

Mudah Terharu Saat Mengingat Aroma-Aroma Masa Kecil, Menurut Psikologi Anda Menunjukkan 8 Kekuatan Memori Sensorik Ini

seseorang yang mudah terharu./Freepik/freepik - Image

seseorang yang mudah terharu./Freepik/freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda tiba-tiba merasa terharu, hangat, atau bahkan meneteskan air mata hanya karena mencium aroma tertentu?

Misalnya, bau hujan di tanah kering, aroma masakan ibu di dapur, wangi kayu rumah nenek, atau bau buku-buku lama di perpustakaan sekolah.

Tanpa disadari, aroma-aroma ini mampu membawa kita “pulang” ke masa kecil dalam sekejap, lengkap dengan perasaan, suasana, dan kenangan yang begitu hidup.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan sentimental biasa. Dalam psikologi, hal ini berkaitan dengan memori sensorik, khususnya memori olfaktori (indra penciuman), yang memiliki jalur unik langsung ke pusat emosi dan ingatan di otak.

Itulah sebabnya aroma sering kali jauh lebih kuat memicu kenangan dibandingkan gambar atau suara.

Jika Anda termasuk orang yang mudah terharu saat mengingat aroma-aroma masa kecil, menurut psikologi, ini bukan tanda kelemahan emosional. Justru sebaliknya, ini menunjukkan adanya kekuatan psikologis tertentu dalam diri Anda.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (3/2), terdapat 8 kekuatan memori sensorik yang biasanya dimiliki orang dengan sensitivitas emosi terhadap aroma dan kenangan masa lalu.

1. Ikatan Emosional yang Dalam dengan Pengalaman Hidup

Anda tidak sekadar “mengingat” peristiwa, tetapi menghidupkannya kembali secara emosional.

Aroma membuat memori terasa nyata, seolah-olah Anda kembali menjadi anak kecil di tempat dan waktu itu.

Ini menandakan kemampuan membangun ikatan emosional yang kuat dengan pengalaman hidup, bukan sekadar menyimpannya sebagai data ingatan.

Secara psikologis, orang seperti ini cenderung memiliki emotional depth yang tinggi, yaitu kedalaman emosi yang membuat mereka lebih sadar terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain.

2. Empati yang Tinggi

Koneksi kuat antara memori dan emosi membuat Anda lebih mudah memahami perasaan orang lain. Karena Anda terbiasa “merasakan kembali” pengalaman masa lalu, otak Anda juga lebih terlatih dalam simulasi emosional, yaitu kemampuan membayangkan dan merasakan kondisi batin orang lain.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore