Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Februari 2026 | 20.50 WIB

Jika Anda Menjawab “Ya” untuk Setidaknya 5 Pertanyaan Ini, Menurut Psikologi Anda Sedang dalam Mode Bertahan Hidup

seseorang yang sedang dalam mode bertahan hidup


JawaPos.com - Pernah merasa lelah terus-menerus, tetapi tetap bilang pada diri sendiri, “Ah, ini cuma fase biasa”?

Atau merasa hidup terasa berat, tapi Anda tetap berfungsi, tetap bekerja, tetap tersenyum — seolah semuanya baik-baik saja?

Dilansir dari Silicon Canals pada Jumat (27/2), dalam psikologi, ada kondisi yang sering tidak disadari: mode bertahan hidup (survival mode). Ini bukan istilah klinis resmi, tetapi digunakan luas dalam psikologi populer untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang hidup dalam tekanan berkepanjangan dan sistem sarafnya lebih fokus pada “bertahan” daripada “berkembang”.

Masalahnya, banyak orang mengira ini normal. Padahal tubuh dan pikiran sedang bekerja ekstra keras hanya untuk menjaga Anda tetap berjalan.

Coba jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur.

1. Apakah Anda Merasa Lelah Bahkan Setelah Istirahat?

Bukan sekadar kurang tidur.
Ini jenis lelah yang terasa sampai ke mental: sulit fokus, mudah terdistraksi, dan motivasi rendah.

Dalam survival mode, tubuh sering berada dalam kondisi siaga tinggi (fight-or-flight). Hormon stres seperti kortisol terus aktif. Akibatnya, sistem tidak pernah benar-benar “mati lampu”.

Anda mungkin tidur 7–8 jam, tapi tetap bangun dalam keadaan lelah.

2. Apakah Anda Merasa Bersalah Saat Beristirahat?

Saat Anda tidak produktif, muncul rasa bersalah.
Seolah-olah nilai diri Anda diukur dari seberapa banyak yang Anda kerjakan.

Ini sering muncul pada orang yang lama berada dalam tekanan — entah tekanan finansial, keluarga, atau pekerjaan. Otak belajar bahwa “aman” berarti “terus bergerak”.

Diam terasa mengancam.

3. Apakah Anda Sulit Merasakan Bahagia yang Tulus?

Anda masih bisa tertawa. Masih bisa bercanda.
Tapi kebahagiaan terasa dangkal, cepat hilang.

Dalam survival mode, otak memprioritaskan keamanan dibanding kenikmatan. Sistem reward menjadi kurang sensitif. Ini sebabnya banyak orang merasa hidupnya “flat” — tidak sedih sekali, tapi juga tidak benar-benar bahagia.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore