
Ilustrasi pria yang mengalami kesepian sosial di tengah minimnya hubungan pertemanan dekat dalam kehidupannya. (Your Tango)
JawaPos.com — Di tengah meningkatnya fenomena kesepian sosial, banyak peneliti mulai menyoroti kondisi yang kerap disebut sebagai “male loneliness epidemic”, atau epidemi kesepian pada pria.
Istilah ini menggambarkan semakin banyaknya pria—terutama generasi muda—yang merasa terisolasi karena minimnya hubungan pertemanan yang dekat dan suportif dalam kehidupan mereka.
Berbeda dengan perempuan yang umumnya memiliki ruang emosional dalam persahabatan, sebagian pria justru tumbuh dalam lingkungan sosial yang menekan ekspresi perasaan.
Norma maskulinitas konvensional sering kali mengajarkan bahwa kerentanan adalah tanda kelemahan. Akibatnya, banyak pria memilih menutup emosi, menjaga jarak secara sosial, atau mengalihkan perhatian pada hal lain.
Para ahli juga mencatat bahwa ketika seorang pria tidak memiliki sahabat dekat, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi dapat muncul dalam berbagai perilaku sehari-hari. Mulai dari bekerja berlebihan hingga mencari validasi melalui cara-cara yang tidak sehat.
Dilansir dari Your Tango, Kamis (5/3), sejumlah pakar psikologi dan hubungan mengidentifikasi beberapa kebiasaan khas yang sering muncul pada pria yang tidak memiliki teman dekat sebagai tempat berbagi.
1. Menggunakan Humor untuk Menghindari Kerentanan
Banyak pria terbiasa menggunakan humor sebagai cara mengalihkan pembicaraan ketika topik menjadi terlalu emosional. Mereka cenderung melontarkan candaan ketika percakapan mulai menyentuh perasaan pribadi atau pengalaman mendalam.
Kebiasaan ini sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme pertahanan agar tidak terlihat rentan di hadapan orang lain. Namun dalam jangka panjang, humor yang digunakan sebagai tameng dapat menghambat terbentuknya hubungan yang lebih mendalam.
2. Terlalu Sibuk Agar Tidak Merasa Sepi
Kesibukan sering dijadikan alasan yang tampak produktif untuk menghindari kesepian. Banyak pria mengisi jadwal dengan pekerjaan, lembur, atau aktivitas lain agar tidak menghadapi waktu luang sendirian.
Secara psikologis, kondisi ini berfungsi sebagai distraksi dari pikiran yang terlalu banyak atau perasaan yang tidak nyaman. Namun strategi tersebut sering kali justru membuat seseorang semakin lelah secara emosional.
3. Mengisolasi Diri Saat Mengalami Tekanan

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
