Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Maret 2026 | 20.50 WIB

7 Sifat Perilaku Unik Orang yang Suka Memakai Pakaian Lama daripada Membeli yang Baru, Apa Saja?

Ilustrasi tujuh sifat unik yang ditunjukkan oleh orang-orang yang lebih suka mengenakan pakaian lama daripada menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang baru. - Image

Ilustrasi tujuh sifat unik yang ditunjukkan oleh orang-orang yang lebih suka mengenakan pakaian lama daripada menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang baru.

JawaPos.com - Anda mungkin pernah melihat orang yang selalu memakai pakaian yang sama hampir setiap kali bertemu. Mereka mungkin adalah orang-orang yang lebih suka dengan pakaian lama mereka yang sudah usang daripada membeli sesuatu yang baru dan mencolok.

Menurut psikologi, memilih pakaian yang lama daripada membeli yang baru dapat menunjukkan sifat dan kepribadian tertentu dari orang tersebut. Mereka mungkin orang yang lebih menyukai kenyamanan yang familiar dibandingkan sensasi tren mode terkini.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh sifat unik yang ditunjukkan oleh orang-orang yang lebih suka mengenakan pakaian lama daripada menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang baru.

1. Mementingkan kenangan dari barang itu

Terkadang, kenangan yang dijahit pada sepotong pakaian terasa jauh lebih berharga daripada harganya. Itu bisa saja sebuah hoodie yang mengingatkan Anda pada hari-hari yang lebih sederhana, atau celana jins yang Anda kenakan saat perjalanan darat pertama Anda.

Bila Anda memilih untuk menyimpan barang-barang ini, Anda mendahulukan sentimen di atas kesan eksternal. Individu yang melekatkan kenangan positif pada objek-objek biasa atau barang dapat mengalami lebih sedikit kecemasan dan kepuasan yang lebih besar secara keseluruhan.

2. Memperhatikan dampak lingkungan

Berbagai penelitian membuktikan bahwa kesadaran penuh dapat meningkatkan kesejahteraan mental. Hal yang sama berlaku untuk kebiasaan kesadaran penuh seperti menggunakan kembali dan mengurangi sampah.

Kebiasaan ini menyelaraskan kebiasaan sehari-hari kita dengan nilai-nilai yang lebih dalam. Mengenakan pakaian lama memperpanjang masa pakainya dan menurunkan permintaan terhadap mode cepat, yang terkenal karena dampaknya terhadap lingkungan.

Dengan bertahan dengan apa yang Anda miliki, Anda secara diam-diam menantang siklus konsumsi berlebihan.

3. Mengutamakan kenyamanan dan keaslian

Saat Anda cukup percaya diri untuk mengenakan kaus pudar, sering kali itu berarti Anda memprioritaskan kenyamanan pada diri sendiri. Hal yang lebih penting adalah bagaimana perasaan Anda saat tampil sebagai diri sendiri, tanpa perlu bersembunyi di balik label merek atau lemari pakaian baru.

Seperti yang pernah dikatakan Glennon Doyle, "Kita bisa melakukan hal-hal yang sulit." Memilih pakaian lama Anda mungkin tampak sepele, tetapi setiap kali Anda memilih yang akrab daripada yang mencolok, Anda memperkuat gagasan bahwa harga diri Anda tidak terikat pada kilau materi.

4. Memiliki rasa syukur yang kuat

Penelitian dari Jurnal Psikologi Positif menunjukkan bahwa mempraktikkan rasa syukur dalam cara-cara kecil dan konsisten dapat meningkatkan ketahanan emosional secara signifikan.

Mengenakan pakaian lama mungkin bukan satu-satunya cara untuk melatih rasa syukur, tetapi itu pasti bisa menjadi pengingat terus-menerus tentang betapa banyak yang sudah Anda miliki.

5. Merangkul kreativitas

Ada kreativitas tertentu yang muncul jika Anda tetap menggunakan pakaian yang ada di lemari Anda saat ini. Anda belajar mix and match, melapisi secara berbeda, dan bahkan mungkin melakukan sedikit pekerjaan DIY untuk memperbarui barang lama.

Itulah sumber daya yang terbaik. Kreativitas ini cenderung meluas ke area kehidupan lainnya, seperti keuangan, pemecahan masalah, pilihan karier, dan bahkan hubungan.

James Clear pernah berkata, "Anda tidak mencapai level tujuan Anda. Anda jatuh ke level sistem Anda." Dengan memilih pakaian lama, Anda pada dasarnya membangun sistem yang mengutamakan penggunaan kembali dan orisinalitas daripada kenyamanan.

6. Tidak mudah terpengaruh oleh tren

Mengejar tren sering kali membuat dompet lebih tipis dan perasaan tidak puas yang sama mengganggunya. Mengenakan pakaian lama tidak berarti Anda tidak menyukai mode. Itu berarti Anda tidak membiarkan tren eksternal menentukan keputusan Anda.

Gaya Anda mungkin abadi dan pribadi, bukannya cepat berlalu. Anda lebih suka menginvestasikan energi Anda dalam tujuan yang lebih mendalam, entah itu membangun karier yang bermakna, berfokus pada keluarga, atau memelihara kesehatan mental, daripada mengikuti setiap tren mode.

7. Fokus pada koneksi yang bermakna

Jika Anda seseorang yang senang mengenakan kardigan lama, kemungkinan besar Anda adalah seseorang yang berinvestasi pada bagian-bagian kehidupan yang tidak berwujud seperti persahabatan, pertumbuhan, dan koneksi yang autentik.

Pakaian dapat menjadi gerbang untuk menemukan apa yang benar-benar penting. Hal itu terutama berlaku ketika hidup memberi Anda tantangan yang tak terduga, seperti perceraian yang berantakan.

Dengan memakai pakaian lama, bukan lagi soal menghemat uang, tetapi lebih kepada memprioritaskan kemampuan emosional untuk penyembuhan. Faktanya, transformasi sejati bukanlah tentang terlihat berkilau dan baru di luar.

Artinya menggunakan saat-saat menyakitkan dalam hidup untuk memicu kekuatan batin.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore