
Ilustrasi seseorang yang sedang membaca buku
JawaPos.com - Saat hidup terasa sangat berat, beberapa orang mulai membuka kembali buku atau novel favoritnya yang sudah lusuh. Rasanya seperti memakai sandal yang sudah dikenalnya, yaitu menenangkan, menentramkan, dan anehnya menyegarkan.
Orang-orang yang membaca ulang buku-buku berharga mereka memiliki kesamaan kualitas yang lebih dari sekedar menyukai cerita yang bagus. Mereka sering kali sadar diri, reflektif, dan menemukan nilai dalam menghidupkan kembali pengalaman masa lalu dengan sudut pandang baru.
Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri kepribadian yang umumnya terlihat pada individu-individu yang secara teratur mengunjungi kembali rak buku mereka untuk kembali membaca cerita atau novel yang sama.
1. Menghargai introspeksi
Membaca ulang buku berarti Anda tidak sekadar memindai kata-kata, tetapi Anda mengunjungi kembali sebagian diri Anda di masa lalu. Anda menemukan catatan di margin atau mengingat apa yang Anda rasakan saat pertama kali mencapai bab tertentu.
Kemauan untuk melihat ke dalam dan melihat bagaimana Anda telah berubah menunjukkan semangat yang reflektif. Pembaca ini sering kali berhenti sejenak untuk memperhatikan bagaimana reaksi mereka terhadap adegan tertentu berubah seiring waktu.
Membaca ulang buku atau novel membuat mereka menerima pertumbuhan halus dalam perspektif mereka sendiri.
2. Menikmati kenyamanan dalam keakraban
Membaca ulang bisa seperti mengunjungi seorang teman lama yang tidak pernah gagal menawarkan pengertian dan dukungan. Preferensi terhadap hal yang diketahui sering kali menunjukkan kecintaan pada stabilitas.
Ini adalah bentuk perawatan diri yang lembut, seperti menikmati cerita yang akhir ceritanya kita percayai, terutama saat hidup terasa kacau atau tidak terduga.
Penelitian tentang objek kenyamanan biasanya difokuskan pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga mencari rutinitas nyaman yang memberikan keamanan emosional.
Orang-orang yang membaca ulang buku favorit mereka sering melakukannya di saat stres atau gelisah, menemukan penghiburan di setiap halaman yang dibacanya.
3. Menghargai cerita berlapis
Banyak di antara kita yang membaca dengan cepat, berlomba-lomba untuk melihat bagaimana alur ceritanya. Namun, orang yang membaca ulang cenderung menikmati rincian yang muncul hanya saat Anda memperlambat bacaan.
Mereka menghargai bagaimana seorang penulis yang baik merangkai petunjuk-petunjuk halus, firasat, atau wawasan karakter yang lebih mendalam yang mungkin terlewatkan pada pandangan pertama.
Penggemar membaca ulang jarang terjebak dalam perangkap itu saat menyangkut narasi favorit mereka. Mereka mengupas lapisan-lapisan, mencari petunjuk-petunjuk kecil yang mungkin telah mereka abaikan, dan menyusun bagaimana penulis membangun fondasi cerita.
4. Menemukan pertumbuhan pribadi dalam pengulangan
Sebagian orang menganggap pengalaman yang berulang-ulang akan menjadi basi. Namun, bagi mereka yang membaca ulang buku, setiap kali membaca ulang dapat terasa seperti kesempatan untuk mendapatkan pemahaman baru.
Alur cerita yang tidak berkesan sebelumnya mungkin akan terasa berbobot setelah Anda mengalami kejadian serupa di kehidupan nyata. Rasa keterhubungan itu dapat memicu wawasan tentang perjalanan Anda sendiri.
Pembaca yang memiliki sifat ini sering kali menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mungkin akan kembali menjalani rutinitas atau hobi tertentu seperti memasak resep favorit atau mengikuti praktik meditasi mingguan untuk memperdalam penguasaan mereka.
5. Sentimental dan bernostalgia
Buku bukan sekadar teks di halaman, mereka adalah pengingat siapa kita saat pertama kali membacanya. Membaca ulang dapat membangkitkan kenangan tentang di mana kita berada pada fase kehidupan itu.
Mungkin itu sekolah menengah, pekerjaan pertama yang sulit, atau liburan musim panas yang transformatif. Ikatan emosional dengan buku sering kali mencerminkan kecenderungan yang lebih luas untuk menghargai momen atau kenang-kenangan penting.
Orang yang membaca ulang mungkin juga menyimpan kenang-kenangan dari perjalanan, membuat jurnal yang berasal dari tahun-tahun lalu, atau menyimpan kartu ulang tahun dalam kotak khusus. Mereka bukan penimbun sampah, mereka kolektor kenangan.
6. Percaya pada rasa ingin tahu yang seimbang
Penggemar baca ulang tidak keberatan mencoba novel baru, tetapi mereka juga tahu tidak apa-apa untuk membaca ulang apa yang mereka sukai. Mereka tidak melihat ada salahnya memadukan eksplorasi dengan perjalanan pulang pergi ke dunia yang sudah dikenal.
Keseimbangan ini menunjukkan kepribadian yang nyaman dengan keingintahuan dan kontinuitas. Dengan cara itu, mereka menyeimbangkan antara hal baru dan tradisi, yaitu menghargai kegembiraan dan kekuatan dasar dari hal yang sudah diketahui.
7. Rasa percaya diri yang tinggi
Mengambil buku yang sudah dikenal sama halnya dengan berkata, “Saya tahu apa yang saya butuhkan hari ini.” Ini menunjukkan kesadaran akan suhu emosional Anda sendiri.
Alih-alih mengonsumsi apa pun yang sedang tren tanpa berpikir, penggemar baca ulang sering kali memilih sesuatu yang selaras dengan suasana hati mereka saat itu atau refleksi yang mereka cari.
Rasa percaya diri ini dapat muncul dalam area lain, seperti mengambil keputusan tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu luang atau siapa saja yang mereka izinkan masuk ke dalam lingkaran sosial mereka.
Mereka tidak mungkin mengikuti setiap tren atau membaca setiap buku terlaris hanya karena buku tersebut populer. Mereka memercayai kata hati mereka tentang apa yang selaras dengan mereka, bahkan jika itu berarti membaca kembali novel yang telah mereka baca berulang kali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022