
seseorang yang disuruh berhenti bersikap terlalu sensitif. (Freepik/jcomp)
JawaPos.com - Sejak kecil, banyak orang tumbuh dalam lingkungan yang tidak sepenuhnya memahami atau menerima emosi mereka. Kalimat seperti “jangan baper,” “kamu terlalu sensitif,” atau “itu hal kecil, jangan dibesar-besarkan” mungkin terdengar sepele, tetapi dampaknya bisa bertahan sangat lama.
Dalam psikologi, pengalaman masa kecil—terutama yang berulang—membentuk cara seseorang memahami emosi, merespons hubungan, dan melihat dirinya sendiri. Ketika seorang anak terus-menerus diberi pesan bahwa perasaannya “terlalu berlebihan,” mereka tidak belajar mengelola emosi, melainkan belajar menekan dan meragukan emosi itu sendiri.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (25/3), beberapa dekade kemudian, pola ini sering muncul kembali dalam bentuk perilaku tertentu. Berikut adalah tujuh perilaku yang umum terlihat.
1. Kesulitan Mengenali dan Memahami Emosi Sendiri
Orang yang sejak kecil dianggap “terlalu sensitif” sering kali tumbuh dengan kebingungan emosional. Mereka merasa sesuatu, tetapi tidak tahu persis apa itu.
Hal ini terjadi karena:
Emosi mereka dulu tidak divalidasi
Mereka tidak diajarkan memberi nama pada perasaan
Mereka belajar bahwa emosi bukan sesuatu yang boleh dipercaya
Akibatnya, saat dewasa mereka mungkin berkata:
“Aku nggak tahu kenapa aku merasa begini”
“Perasaanku campur aduk, tapi aku nggak bisa jelasin”
Ini dikenal dalam psikologi sebagai kesulitan dalam emotional awareness.
2. Cenderung Meremehkan Perasaan Sendiri
Karena terbiasa diberi tahu bahwa perasaan mereka “terlalu berlebihan,” mereka akhirnya menginternalisasi pesan itu.
Saat dewasa, mereka mungkin:
Menganggap masalah mereka tidak penting
Membandingkan diri dengan orang lain (“Orang lain lebih parah”)
Menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan
Mereka bukan tidak punya emosi—justru sering kali sangat dalam—tetapi mereka merasa tidak berhak untuk merasakannya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
