Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2026 | 05.18 WIB

Pria yang Berbicara Baik tentang Mantannya Tanpa Diminta, Biasanya Memiliki 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berbicara baik tentang mantannya./Sumber foto: Freepik/odua - Image

seseorang yang berbicara baik tentang mantannya./Sumber foto: Freepik/odua

JawaPos.com - Dalam sebuah percakapan santai, topik tentang masa lalu sering kali muncul secara tidak sengaja. Namun, ada satu fenomena menarik yang cukup jarang: seorang pria yang dengan sukarela berbicara baik tentang mantan pasangannya—bahkan tanpa diminta. Bagi sebagian orang, ini bisa terasa janggal, mencurigakan, atau justru mengesankan.

Menurut sudut pandang psikologi, perilaku ini bukanlah sesuatu yang kebetulan. Cara seseorang berbicara tentang masa lalunya, terutama hubungan romantis, sering kali mencerminkan kondisi emosional, kematangan mental, serta struktur kepribadiannya.

Pria yang mampu menghargai mantannya secara positif biasanya memiliki karakteristik tertentu yang patut diperhatikan.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (29/3), terdapat tujuh kepribadian yang umumnya dimiliki pria seperti ini:

1. Memiliki Kematangan Emosional yang Tinggi

Pria yang bisa berbicara baik tentang mantannya menunjukkan bahwa ia telah memproses emosinya dengan sehat. Ia tidak lagi dikuasai oleh rasa marah, kecewa, atau dendam. Dalam psikologi, ini disebut sebagai emotional resolution—kemampuan untuk menyelesaikan konflik batin tanpa membawa luka berkepanjangan.

Alih-alih mengingat hal buruk, ia memilih melihat hubungan masa lalu sebagai pengalaman belajar. Ini menandakan kedewasaan yang tidak dimiliki semua orang.

2. Tidak Terjebak dalam Ego

Banyak orang sulit berkata baik tentang mantan karena ego mereka terluka. Namun pria yang tetap menghargai mantannya menunjukkan bahwa ia tidak dikendalikan oleh ego. Ia mampu menerima bahwa hubungan yang berakhir bukan selalu soal siapa yang benar atau salah.

Sikap ini mencerminkan kepribadian yang rendah hati dan terbuka, serta tidak membutuhkan validasi berlebihan dari orang lain.

3. Punya Rasa Syukur terhadap Masa Lalu

Alih-alih menyesali hubungan yang telah usai, pria seperti ini cenderung melihat masa lalu sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia menyadari bahwa mantannya pernah memberikan kebahagiaan, pelajaran, atau bahkan membantu membentuk dirinya saat ini.

Dalam psikologi positif, ini berkaitan dengan gratitude mindset, yaitu kemampuan untuk tetap bersyukur bahkan terhadap pengalaman yang telah berakhir.

4. Mampu Membedakan Masa Lalu dan Masa Kini

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore