
seseorang yang berbicara baik tentang mantannya./Sumber foto: Freepik/odua
JawaPos.com - Dalam sebuah percakapan santai, topik tentang masa lalu sering kali muncul secara tidak sengaja. Namun, ada satu fenomena menarik yang cukup jarang: seorang pria yang dengan sukarela berbicara baik tentang mantan pasangannya—bahkan tanpa diminta. Bagi sebagian orang, ini bisa terasa janggal, mencurigakan, atau justru mengesankan.
Menurut sudut pandang psikologi, perilaku ini bukanlah sesuatu yang kebetulan. Cara seseorang berbicara tentang masa lalunya, terutama hubungan romantis, sering kali mencerminkan kondisi emosional, kematangan mental, serta struktur kepribadiannya.
Pria yang mampu menghargai mantannya secara positif biasanya memiliki karakteristik tertentu yang patut diperhatikan.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (29/3), terdapat tujuh kepribadian yang umumnya dimiliki pria seperti ini:
1. Memiliki Kematangan Emosional yang Tinggi
Pria yang bisa berbicara baik tentang mantannya menunjukkan bahwa ia telah memproses emosinya dengan sehat. Ia tidak lagi dikuasai oleh rasa marah, kecewa, atau dendam. Dalam psikologi, ini disebut sebagai emotional resolution—kemampuan untuk menyelesaikan konflik batin tanpa membawa luka berkepanjangan.
Alih-alih mengingat hal buruk, ia memilih melihat hubungan masa lalu sebagai pengalaman belajar. Ini menandakan kedewasaan yang tidak dimiliki semua orang.
2. Tidak Terjebak dalam Ego
Banyak orang sulit berkata baik tentang mantan karena ego mereka terluka. Namun pria yang tetap menghargai mantannya menunjukkan bahwa ia tidak dikendalikan oleh ego. Ia mampu menerima bahwa hubungan yang berakhir bukan selalu soal siapa yang benar atau salah.
Sikap ini mencerminkan kepribadian yang rendah hati dan terbuka, serta tidak membutuhkan validasi berlebihan dari orang lain.
3. Punya Rasa Syukur terhadap Masa Lalu
Alih-alih menyesali hubungan yang telah usai, pria seperti ini cenderung melihat masa lalu sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia menyadari bahwa mantannya pernah memberikan kebahagiaan, pelajaran, atau bahkan membantu membentuk dirinya saat ini.
Dalam psikologi positif, ini berkaitan dengan gratitude mindset, yaitu kemampuan untuk tetap bersyukur bahkan terhadap pengalaman yang telah berakhir.
4. Mampu Membedakan Masa Lalu dan Masa Kini
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022