
seseorang yang membiarkan orang lain memilih restoran / freepik
JawaPos.com - Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana teman-teman Anda sibuk berdiskusi memilih tempat makan, sementara Anda hanya mengangguk dan berkata, “Terserah saja”? Namun, ketika akhirnya keputusan dibuat, Anda justru merasa kurang puas—bahkan diam-diam mengeluh dalam hati.
Sekilas, ini tampak seperti kebiasaan sepele. Namun dalam perspektif psikologi, pola perilaku ini bisa mencerminkan karakter dan dinamika batin yang lebih dalam.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (12/4), jika Anda sering mengalami hal tersebut, ada kemungkinan Anda memiliki beberapa ciri kepribadian berikut.
1. Cenderung Menghindari Konflik
Salah satu alasan utama seseorang enggan mengutarakan preferensinya adalah keinginan untuk menjaga suasana tetap harmonis. Anda mungkin takut pendapat Anda akan memicu perdebatan atau membuat orang lain tidak nyaman.
Alih-alih mengambil risiko tersebut, Anda memilih diam. Namun ironisnya, konflik tidak benar-benar hilang—hanya berpindah ke dalam diri Anda sendiri dalam bentuk ketidakpuasan.
2. People-Pleaser (Ingin Menyenangkan Semua Orang)
Jika Anda sering berkata “terserah” demi membuat orang lain senang, bisa jadi Anda memiliki kecenderungan people-pleasing. Anda lebih memprioritaskan kebahagiaan orang lain dibanding kebutuhan pribadi.
Masalahnya, ketika kebutuhan Anda terus diabaikan, perasaan kesal atau kecewa akan menumpuk. Keluhan yang muncul setelah keputusan dibuat adalah bentuk dari kebutuhan yang tidak terpenuhi.
3. Kurang Asertif
Asertivitas adalah kemampuan untuk menyampaikan pendapat dengan jujur dan tegas tanpa menyakiti orang lain. Jika Anda kesulitan memilih restoran atau menyuarakan preferensi, kemungkinan Anda belum sepenuhnya mengembangkan keterampilan ini.
Anda mungkin merasa pendapat Anda tidak terlalu penting, atau takut dianggap “merepotkan”. Padahal, menyampaikan pilihan adalah bagian normal dari interaksi sosial.
4. Takut Dianggap Salah
Beberapa orang enggan mengambil keputusan karena takut jika pilihannya tidak disukai orang lain. Bayangan seperti, “Bagaimana kalau makanannya tidak enak?” atau “Bagaimana kalau teman-teman kecewa?” bisa membuat Anda mundur.
Akhirnya, Anda menyerahkan keputusan kepada orang lain untuk menghindari tanggung jawab. Namun ketika hasilnya tidak sesuai harapan, rasa penyesalan muncul.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
