Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 20.15 WIB

Jika Anda Selalu Membiarkan Orang Lain Memilih Restoran Lalu Diam-Diam Mengeluhkannya, Menurut Psikologi Anda Mungkin Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini

seseorang yang membiarkan orang lain memilih restoran / freepik - Image

seseorang yang membiarkan orang lain memilih restoran / freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana teman-teman Anda sibuk berdiskusi memilih tempat makan, sementara Anda hanya mengangguk dan berkata, “Terserah saja”? Namun, ketika akhirnya keputusan dibuat, Anda justru merasa kurang puas—bahkan diam-diam mengeluh dalam hati.

Sekilas, ini tampak seperti kebiasaan sepele. Namun dalam perspektif psikologi, pola perilaku ini bisa mencerminkan karakter dan dinamika batin yang lebih dalam.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (12/4), jika Anda sering mengalami hal tersebut, ada kemungkinan Anda memiliki beberapa ciri kepribadian berikut.

1. Cenderung Menghindari Konflik

Salah satu alasan utama seseorang enggan mengutarakan preferensinya adalah keinginan untuk menjaga suasana tetap harmonis. Anda mungkin takut pendapat Anda akan memicu perdebatan atau membuat orang lain tidak nyaman.

Alih-alih mengambil risiko tersebut, Anda memilih diam. Namun ironisnya, konflik tidak benar-benar hilang—hanya berpindah ke dalam diri Anda sendiri dalam bentuk ketidakpuasan.

2. People-Pleaser (Ingin Menyenangkan Semua Orang)

Jika Anda sering berkata “terserah” demi membuat orang lain senang, bisa jadi Anda memiliki kecenderungan people-pleasing. Anda lebih memprioritaskan kebahagiaan orang lain dibanding kebutuhan pribadi.

Masalahnya, ketika kebutuhan Anda terus diabaikan, perasaan kesal atau kecewa akan menumpuk. Keluhan yang muncul setelah keputusan dibuat adalah bentuk dari kebutuhan yang tidak terpenuhi.

3. Kurang Asertif

Asertivitas adalah kemampuan untuk menyampaikan pendapat dengan jujur dan tegas tanpa menyakiti orang lain. Jika Anda kesulitan memilih restoran atau menyuarakan preferensi, kemungkinan Anda belum sepenuhnya mengembangkan keterampilan ini.

Anda mungkin merasa pendapat Anda tidak terlalu penting, atau takut dianggap “merepotkan”. Padahal, menyampaikan pilihan adalah bagian normal dari interaksi sosial.

4. Takut Dianggap Salah

Beberapa orang enggan mengambil keputusan karena takut jika pilihannya tidak disukai orang lain. Bayangan seperti, “Bagaimana kalau makanannya tidak enak?” atau “Bagaimana kalau teman-teman kecewa?” bisa membuat Anda mundur.

Akhirnya, Anda menyerahkan keputusan kepada orang lain untuk menghindari tanggung jawab. Namun ketika hasilnya tidak sesuai harapan, rasa penyesalan muncul.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore