
ILustrasi remaja yang mengalami Quarter Life Crisis di Usia 20-an
Jawapos.com - Quarter life crisis adalah periode kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian seputar masa depan yang rentan dialami oleh individu berusia 18 hingga 30 tahun.
Ketika fase transisi yang penuh tekanan ini terjadi, orang tua dapat mengambil peran penting untuk hadir memberikan dukungan emosional yang diperlukan sebagai sistem pendukung yang aman bagi anak.
Melansir dari Hello Sehat dan Halodoc, krisis seperempat abad ini seringkali ditandai dengan perasaan terjebak dalam karier, tekanan sosial, hingga kebiasaan overthinking yang berdampak nyata pada psikologis anak muda. Berikut 8 peran penting yang bisa dilakukan orang tua agar anak mampu melewati fase ini secara sehat dan produktif!
Jadi pendengar aktif tanpa menghakimi
Anak yang sedang mengalami quarter life crisis butuh didengar, bukan langsung dinasihati. Berikan ruang bagi mereka untuk bercerita secara terbuka tanpa rasa takut dihakimi.
Kurangi tekanan dan perkuat dukungan
Salah satu pemicu quarter life crisis adalah ekspektasi tinggi dari keluarga. Orang tua perlu mengurangi tekanan dan lebih fokus pada dukungan terhadap apa yang sedang dijalani anak.
Akui bahwa fase ini normal secara psikologis
Quarter life crisis adalah hal lumrah yang dialami hampir semua orang di usia ini. Orang tua yang memahami ini akan lebih bijak dalam merespons.
Bantu anak membangun koneksi sosial positif
Dukungan sosial dari orang-orang terdekat - termasuk orang tua - terbukti secara riset membantu individu merasa dicintai, diterima, dan lebih percaya diri dalam melewati masa transisi.
Dorong eksplorasi, bukan terburu membandingkan
Banyak anak muda merasa tertinggal karena membandingkan diri dengan teman sebayanya. Orang tua bisa membantu dengan mengingatkan bahwa perjalanan setiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Fasilitasi akses ke profesional jika dibutuhkan
Disarankan untuk tidak menunggu masalah menjadi rumit sebelum menemui psikolog. Orang tua yang mampu dapat memfasilitasi ini sebagai bentuk dukungan nyata.
Jadikan rumah sebagai tempat yang aman untuk pulang
Ketika anak merasa terjebak di luar, rumah harus menjadi tempat yang nyaman bebas dari tekanan, penuh penerimaan, dan penuh kehangatan
Ajak diskusi terbuka soal rencana masa depan
Bukan mendikte, tapi berdiskusi. Membantu anak menemukan tujuan hidup secara objektif jauh lebih efektif dibanding memberikan solusi sepihak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022