
Kepribadian orang yang dididik oleh orang tua suka mengontrol menurut psikologi. (Freepik/ bearfotos)
JawaPos.com – Pola asuh orang tua yang cenderung mengontrol dapat memengaruhi pembentukan kepribadian anak hingga mereka dewasa. Dalam kajian psikologi, anak yang dibesarkan dalam lingkungan dengan pengawasan ketat sering menunjukkan karakter dan pola perilaku yang khas.
Pengalaman tumbuh dalam kontrol yang kuat dari orang tua diyakini dapat membentuk cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari. Hal ini kemudian tercermin dalam berbagai aspek kepribadian yang mereka miliki saat dewasa.
Mengutip dari geediting.com pada Sabtu (13/6), disebutkan bahwa terdapat delapan ciri kepribadian yang umum ditemukan pada individu yang dibesarkan oleh orang tua dengan pola asuh yang sangat mengontrol menurut sudut pandang psikologi.
1. Kewaspadaan berlebih
Hidup di bawah bayang-bayang orangtua yang mengontrol ketat menciptakan kebiasaan selalu waspada yang melekat hingga dewasa. Mereka yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini cenderung mengembangkan kepekaan sensorik yang sangat tinggi, seolah-olah radar bahaya mereka selalu aktif setiap saat.
Bahkan dalam situasi yang sebenarnya aman dan terkendali, mereka tetap merasa perlu memindai lingkungan sekitar untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul. Mekanisme pertahanan diri ini, meski dulunya berguna sebagai strategi bertahan hidup semasa kecil, kini justru dapat menimbulkan stres berlebihan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
2. Kesulitan membangun kepercayaan
Pengalaman masa kecil dengan orangtua yang sering mengingkari janji dan menciptakan ketidakpastian membuat mereka sangat berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Meski seseorang telah berulang kali membuktikan diri dapat diandalkan, trauma masa lalu tetap membuat mereka sulit membuka diri sepenuhnya.
Rasa was-was ini sering mengganggu dalam membangun hubungan personal maupun profesional yang sehat. Butuh waktu dan proses panjang bagi mereka untuk belajar kembali membangun kepercayaan dengan orang lain.
3. Hambatan mengekspresikan emosi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022