
seseorang yang memperhatikan mimik wajah / foto: Magnific/mego-studio
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berinteraksi dengan berbagai macam orang. Ada yang terlihat ramah tetapi ternyata memiliki maksud tersembunyi, ada pula yang tampak dingin namun sebenarnya tulus. Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa niat dan perasaan seseorang sering kali bocor melalui perilaku-perilaku kecil yang terjadi secara spontan dan sulit dikendalikan sepenuhnya.
Meskipun tidak ada satu pun tanda yang dapat menjamin seseorang memiliki niat tertentu, kombinasi beberapa perilaku halus sering memberikan petunjuk yang cukup akurat mengenai apa yang sebenarnya mereka pikirkan atau rasakan.
Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (25/6), terdapat sepuluh perilaku halus yang menurut psikologi dapat membantu mengungkap niat seseorang hanya dalam hitungan detik.
1. Ekspresi Wajah yang Muncul Sesaat
Psikolog menyebutnya sebagai microexpression atau ekspresi mikro. Ekspresi ini muncul sangat cepat, biasanya kurang dari satu detik, sebelum seseorang sempat mengontrol wajahnya.
Misalnya, seseorang yang tersenyum ketika menerima kabar baik Anda, tetapi sesaat sebelumnya muncul ekspresi kecewa atau iri. Meskipun cepat, ekspresi mikro sering dianggap sebagai jendela menuju emosi yang sebenarnya.
Karena berlangsung sangat singkat, banyak orang tidak menyadarinya. Namun ketika diperhatikan dengan saksama, ekspresi ini dapat memberikan petunjuk apakah seseorang benar-benar senang, marah, takut, atau tidak setuju.
2. Arah Kaki Saat Berbicara
Kebanyakan orang fokus pada mata dan wajah ketika berinteraksi. Padahal, kaki sering kali lebih jujur daripada wajah.
Ketika seseorang tertarik dan ingin tetap berada dalam percakapan, kedua kakinya cenderung mengarah ke lawan bicara. Sebaliknya, jika kaki mengarah ke pintu atau ke arah lain, hal itu bisa menunjukkan keinginan untuk pergi atau ketidaktertarikan terhadap pembicaraan.
Psikologi bahasa tubuh menunjukkan bahwa bagian tubuh yang paling jauh dari kesadaran sering memberikan sinyal paling autentik mengenai niat seseorang.
3. Kontak Mata yang Tidak Konsisten
Banyak orang menganggap kontak mata sebagai tanda kejujuran. Namun kenyataannya lebih kompleks.
Seseorang yang terus-menerus menghindari kontak mata bisa jadi merasa tidak nyaman, gugup, atau menyembunyikan sesuatu. Di sisi lain, kontak mata yang terlalu intens dan tidak alami juga dapat menjadi upaya untuk terlihat meyakinkan atau mendominasi.
Yang paling penting adalah konsistensi. Kontak mata yang alami biasanya terasa santai dan seimbang, tidak terlalu sedikit maupun berlebihan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
