Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juli 2026 | 22.03 WIB

Jika Anda Berusaha Bangkit dengan Mencoba Hal Baru, Abaikan 8 Aturan Ini yang Juga Diabaikan oleh Banyak Orang Paling Sukses

seseorang yang bangkit dengan mencoba hal baru / foto: Magnific/benzoix

 

JawaPos.com - Ketika seseorang memutuskan untuk bangkit setelah mengalami kegagalan, kehilangan pekerjaan, bisnis yang merugi, atau sekadar ingin mengubah hidup menjadi lebih baik, biasanya ia akan dibanjiri berbagai nasihat. Sebagian nasihat memang bermanfaat, tetapi tidak sedikit yang justru membatasi potensi seseorang untuk berkembang.
 
Psikologi modern menunjukkan bahwa orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan sering kali memiliki cara berpikir yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka bukan melanggar aturan hukum atau etika, melainkan berani mempertanyakan "aturan sosial" yang selama ini dianggap mutlak.

Menariknya, berbagai penelitian dalam psikologi mengenai growth mindset, ketahanan mental (resilience), motivasi intrinsik, hingga kreativitas menemukan bahwa keberhasilan sering kali lahir dari keberanian untuk meninggalkan pola pikir lama.

Apabila Anda sedang berusaha bangkit dengan mencoba hal baru, mungkin sudah saatnya berhenti mengikuti beberapa aturan yang selama ini dianggap benar oleh banyak orang.

Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (24/7), terdapat delapan aturan yang justru sering diabaikan oleh banyak orang paling sukses menurut sudut pandang psikologi.

1. "Jangan Pernah Gagal"

Sejak kecil, banyak orang diajarkan bahwa kegagalan adalah sesuatu yang harus dihindari. Akibatnya, banyak orang lebih memilih bermain aman daripada mengambil kesempatan yang sebenarnya bisa mengubah hidup.

Padahal, psikolog Carol Dweck melalui konsep growth mindset menjelaskan bahwa orang yang memandang kegagalan sebagai proses belajar memiliki peluang berkembang jauh lebih besar dibanding mereka yang takut gagal.

Kegagalan memberikan informasi yang tidak bisa diperoleh dari teori. Dari sana seseorang belajar memperbaiki strategi, mengenali kelemahan, dan menemukan pendekatan yang lebih efektif.

Orang-orang sukses bukan tidak pernah gagal. Mereka hanya tidak berhenti setelah gagal.

2. "Tunggu Sampai Benar-Benar Siap"

Ini mungkin salah satu aturan yang paling sering membuat seseorang tidak pernah memulai.

Psikologi menunjukkan bahwa rasa siap sering kali merupakan ilusi. Otak manusia cenderung mencari kepastian demi menghindari risiko.

Akibatnya, banyak orang terus menunggu waktu yang tepat, modal yang cukup, kemampuan yang sempurna, atau kondisi yang ideal.

Padahal, pengalaman nyata adalah guru terbaik.

Sebagian besar orang sukses belajar sambil berjalan. Mereka memperbaiki kesalahan di tengah proses, bukan sebelum memulai.

3. "Selalu Ikuti Jalan yang Sudah Terbukti"

Mengikuti jejak orang lain memang dapat mengurangi risiko, tetapi terlalu bergantung pada pola lama justru membatasi kreativitas.

Dalam psikologi kreativitas, inovasi lahir ketika seseorang berani mempertanyakan cara lama dan mencoba pendekatan baru.

Banyak perusahaan besar, penulis terkenal, hingga pendiri startup sukses justru memperoleh keberhasilan karena melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan umum.

Jika semua orang melakukan hal yang sama, hasilnya pun cenderung sama.

4. "Semua Orang Harus Menyukai Anda"

Keinginan untuk disukai adalah kebutuhan alami manusia. Namun jika kebutuhan itu terlalu besar, seseorang akan kesulitan mengambil keputusan penting.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa orang yang terlalu bergantung pada persetujuan orang lain lebih mudah mengalami kecemasan dan kehilangan arah.

Sebaliknya, orang yang memiliki motivasi intrinsik lebih fokus pada tujuan dibanding mencari validasi.

Mencoba hal baru hampir selalu mengundang kritik.

Itu bukan tanda Anda salah, melainkan konsekuensi dari melakukan sesuatu yang berbeda.

5. "Jangan Keluar dari Zona Nyaman"

Zona nyaman memang memberikan rasa aman.

Namun berbagai penelitian mengenai pembelajaran menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan justru terjadi ketika seseorang berada sedikit di luar zona nyaman.

Di sinilah otak membangun koneksi baru, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memperkuat rasa percaya diri.

Selama tantangan tersebut masih realistis, keluar dari zona nyaman merupakan salah satu cara terbaik untuk berkembang.

6. "Kesuksesan Harus Datang dengan Cepat"

Media sosial sering menampilkan kisah sukses instan sehingga banyak orang merasa tertinggal.

Padahal, psikologi menunjukkan bahwa manusia cenderung mengalami survivorship bias, yaitu hanya melihat mereka yang berhasil tanpa mengetahui ribuan orang yang masih berproses.

Sebagian besar keberhasilan dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun.

Kesabaran sering kali lebih menentukan daripada bakat.

7. "Jangan Berubah Haluan"

Banyak orang takut mengganti arah karena khawatir dianggap gagal.

Padahal dalam psikologi keputusan, kemampuan melakukan evaluasi ulang merupakan tanda fleksibilitas mental.

Orang sukses tidak ragu mengubah strategi ketika fakta menunjukkan bahwa cara lama tidak lagi efektif.

Mengubah arah bukan berarti menyerah.

Itu adalah bentuk adaptasi terhadap kenyataan.

8. "Harus Selalu Produktif Setiap Saat"

Budaya hustle membuat banyak orang merasa bersalah ketika beristirahat.

Padahal penelitian psikologi menunjukkan bahwa otak membutuhkan jeda agar mampu memproses informasi, menghasilkan ide baru, dan menjaga kesehatan mental.

Istirahat bukan musuh produktivitas.

Sebaliknya, istirahat yang cukup justru meningkatkan kreativitas, fokus, dan kualitas pengambilan keputusan.

Orang-orang yang mampu bertahan dalam jangka panjang biasanya memahami kapan harus bekerja keras dan kapan harus memulihkan energi.

Penutup

Berusaha bangkit dengan mencoba hal baru memang tidak pernah mudah. Akan selalu ada keraguan, kritik, bahkan kegagalan di sepanjang perjalanan. Namun psikologi menunjukkan bahwa kemajuan sering kali dimulai ketika seseorang berani mempertanyakan aturan-aturan lama yang selama ini diterima begitu saja.

Bukan berarti semua aturan harus dilanggar. Yang perlu dilakukan adalah memilah mana aturan yang benar-benar membantu dan mana yang justru menghambat perkembangan diri.

Pada akhirnya, kesuksesan bukan hanya soal kecerdasan atau keberuntungan. Kesuksesan juga ditentukan oleh keberanian untuk belajar, beradaptasi, menerima kegagalan sebagai bagian dari proses, dan terus melangkah meski keadaan belum sempurna.

Jika hari ini Anda sedang mencoba sesuatu yang baru, jangan terlalu takut apabila langkah Anda berbeda dari kebanyakan orang. Bisa jadi, justru di situlah awal perubahan besar dalam hidup Anda dimulai.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore