
seseorang yang terlalu baik kepada hubungan./Magnific/drobotdean
JawaPos.com - Menjadi pasangan yang perhatian, pengertian, sabar, dan selalu berusaha menjaga perasaan orang lain sering dianggap sebagai kualitas ideal dalam sebuah hubungan. Kita diajarkan untuk mengalah ketika terjadi konflik, memahami pasangan ketika ia sedang sulit, memaafkan kesalahan, dan memberikan kesempatan kedua.
Semua itu memang bisa menjadi bagian dari hubungan yang sehat.
Orang yang baik tetap memiliki batas. Ia dapat mengatakan tidak, mengungkapkan kekecewaan, menyampaikan kebutuhan, dan meninggalkan situasi yang terus-menerus merugikannya.
Sebaliknya, seseorang yang “terlalu baik” sering kali merasa harus selalu mengerti, selalu memaafkan, selalu mengalah, dan sebisa mungkin menghindari konflik. Ia mungkin takut mengecewakan pasangan atau khawatir jika dirinya mulai menetapkan batas, hubungan tersebut akan berakhir.
Masalahnya bukan pada kebaikan itu sendiri.
Masalah muncul ketika kebaikan berubah menjadi pengorbanan diri yang terus-menerus.
Dalam psikologi, pola seperti ini dapat berkaitan dengan people-pleasing, kesulitan menetapkan batas pribadi, ketakutan terhadap penolakan, atau kebutuhan yang sangat kuat untuk mempertahankan keharmonisan. Dalam jangka panjang, pola tersebut dapat membuat seseorang kehilangan kontak dengan kebutuhan dan perasaannya sendiri.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (24/9), terdapat enam alasan mengapa dalam sebuah hubungan kita perlu berhenti menjadi “orang yang terlalu baik”.
1. Karena Terlalu Banyak Mengalah Bisa Membuat Kebutuhanmu Tidak Terlihat
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022