Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 22.48 WIB

Tak Sekadar Cari Perhatian, Ini 7 Alasan Orang Gemar Melebih-lebihkan Cerita

seseorang yang sering melebih-melebihkan saat bercerita./Freepik/freepik - Image

seseorang yang sering melebih-melebihkan saat bercerita./Freepik/freepik

JawaPos.com – Setiap orang memiliki cara berbeda ketika menceritakan sebuah pengalaman. Ada yang menyampaikannya secara singkat dan sesuai fakta, tetapi ada pula yang senang menambahkan berbagai detail agar kisahnya terdengar lebih menarik.

Kebiasaan tersebut bisa terlihat ketika seseorang membuat kejadian sederhana menjadi lebih dramatis, memberikan penekanan berlebihan pada bagian tertentu, atau menambahkan cerita yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Dalam psikologi, perilaku melebih-lebihkan atau exaggeration dapat berkaitan dengan berbagai faktor. Mulai dari kebutuhan mendapatkan perhatian, karakter pribadi, kondisi emosional, hingga keinginan memperoleh respons tertentu dari orang lain.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah karakter yang kerap dikaitkan dengan kebiasaan seseorang dalam membumbui cerita. Berikut tujuh di antaranya:

1. Membutuhkan perhatian dari orang lain

Salah satu kemungkinan yang terlihat adalah keinginan untuk mendapatkan perhatian. Cerita yang dibuat lebih dramatis dianggap dapat membuat orang lain lebih tertarik untuk mendengarkan.

Bagi sebagian orang, respons dari pendengar seperti tertawa, terkejut, atau menunjukkan rasa kagum dapat memberikan kepuasan tersendiri.

Namun, keinginan mendapatkan perhatian tidak selalu berarti seseorang sengaja berbohong. Dalam beberapa situasi, mereka mungkin hanya berusaha membuat pengalaman yang diceritakan terasa lebih menarik.

2. Memiliki imajinasi yang kuat

Kebiasaan membumbui cerita juga bisa berkaitan dengan kemampuan imajinasi yang tinggi. Orang dengan karakter seperti ini biasanya mudah mengembangkan sebuah kejadian menjadi narasi yang lebih hidup.

Mereka mungkin pandai memilih kata, menggambarkan suasana, atau menambahkan detail tertentu sehingga pendengar dapat membayangkan kejadian tersebut.

Kemampuan tersebut sebenarnya bisa menjadi kelebihan, terutama dalam pekerjaan atau aktivitas yang membutuhkan kreativitas. Masalah dapat muncul apabila tambahan cerita membuat fakta menjadi sulit dibedakan dari imajinasi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore