Perilaku merusak harga diri jika membandingkan hidup dengan orang lain di dunia online
JawaPos.com – Media sosial membuat seseorang dapat melihat kehidupan orang lain hanya dalam hitungan detik. Dari pencapaian karier, liburan, hubungan asmara, hingga gaya hidup, semuanya mudah muncul di layar.
Masalahnya, terlalu sering melihat kehidupan orang lain dapat membuat seseorang mulai menilai dirinya sendiri berdasarkan apa yang ditampilkan di dunia maya. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut berpotensi membuat seseorang merasa kurang berhasil, kurang menarik, atau tidak cukup baik.
Dilansir dari Geediting.com, ada delapan kebiasaan di dunia online yang dapat mengikis harga diri ketika seseorang terus-menerus membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Mengenali kebiasaan tersebut bisa menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan media sosial.
Lantas, apa saja perilaku yang perlu diwaspadai?
Awalnya mungkin hanya ingin melihat beberapa unggahan. Namun, tanpa terasa waktu bisa berlalu berjam-jam karena terus berpindah dari satu konten ke konten lainnya.
Masalahnya, sebagian besar kehidupan yang terlihat di media sosial sudah melalui proses pemilihan, penyuntingan, atau hanya menampilkan momen terbaik seseorang.
Jika terlalu sering terpapar gambaran kehidupan yang tampak sempurna, seseorang bisa mulai menganggap hidupnya sendiri membosankan atau tertinggal.
Membatasi durasi penggunaan media sosial dapat membantu. Tentukan waktu tertentu untuk membuka aplikasi dan hindari kebiasaan menggulir tanpa tujuan.
Melihat seseorang berlibur ke luar negeri ketika kita sedang menjalani rutinitas biasa dapat dengan mudah memunculkan pertanyaan, “Mengapa hidup saya tidak seperti mereka?”
Padahal, perbandingan tersebut tidak sepenuhnya adil. Kita hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan orang lain, sementara kehidupan sendiri kita lihat secara lengkap, termasuk masalah dan kekurangannya.
Setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, dan perjalanan yang berbeda. Karena itu, ukuran keberhasilan sebaiknya tidak selalu menggunakan pencapaian orang lain sebagai standar.
Lebih baik melihat perkembangan diri sendiri dan menghargai kemajuan yang sudah berhasil dicapai.
Jumlah suka, komentar, atau pengikut terkadang tanpa sadar dianggap sebagai ukuran seberapa berharga seseorang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022