seseorang yang tidak berkompromi dengan batasan./Freepik/yanalya JawaPos.com – Keinginan untuk diterima oleh lingkungan terkadang membuat seseorang mengabaikan kebutuhan dan prinsip pribadinya. Demi menjaga hubungan atau menghindari konflik, tidak sedikit orang yang memilih mengalah, meskipun harus menanggung ketidaknyamanan. Namun, orang dengan harga diri yang sehat cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai nilai dirinya. Mereka menyadari bahwa membangun hubungan yang baik tidak berarti harus selalu menyetujui keinginan orang lain atau mengorbankan kepentingan pribadi. Harga diri yang tinggi juga bukan berarti merasa lebih unggul daripada orang lain. Sebaliknya, hal tersebut berkaitan dengan kemampuan menghormati diri sendiri sekaligus memperlakukan orang lain secara adil. Salah satu wujudnya adalah keberanian menetapkan batasan yang jelas dalam kehidupan sehari-hari. Dilansir dari Geediting, terdapat delapan batasan yang cenderung dipertahankan oleh orang yang memiliki penghargaan diri kuat. Batasan ini mencakup cara mereka menghadapi perlakuan buruk, membangun hubungan, hingga menyikapi kegagalan. 1. Tidak Membiarkan Orang Lain Merendahkan Dirinya Orang yang menghargai dirinya memahami bahwa setiap individu berhak diperlakukan dengan hormat. Mereka tidak merasa harus menerima hinaan, ejekan yang menyakitkan, atau perlakuan merendahkan hanya demi mempertahankan hubungan. Ketika menghadapi perilaku semacam itu, mereka cenderung menyampaikan keberatan secara tegas tanpa harus membalas dengan tindakan serupa. Jika perlakuan buruk terus berulang, mereka dapat memilih untuk membatasi interaksi atau menjauh dari situasi tersebut. Sikap ini berkaitan dengan ketegasan dalam menjaga batas pribadi. Menyampaikan bahwa suatu perlakuan tidak dapat diterima bukan berarti bersikap kasar, melainkan menunjukkan bahwa mereka memahami hak dan kebutuhan dirinya. 2. Tidak Bertahan dalam Hubungan yang Selalu Merugikan Hubungan yang sehat membutuhkan keterlibatan kedua belah pihak. Baik dalam pertemanan, hubungan asmara, maupun lingkungan kerja, perhatian dan usaha idealnya tidak hanya diberikan oleh satu orang. Seseorang yang memiliki harga diri sehat akan memperhatikan apakah hubungan yang dijalaninya memberikan ruang bagi kedua pihak untuk berkembang. Jika terus-menerus menjadi pihak yang mengalah, membantu, atau berkorban tanpa mendapatkan penghargaan yang wajar, mereka akan mempertimbangkan kembali hubungan tersebut. Mereka tidak harus langsung memutus hubungan ketika menghadapi masalah. Namun, mereka bersedia mengevaluasi keadaan, menyampaikan kebutuhan, dan mengambil jarak jika tidak ada perubahan yang berarti. Bagi mereka, mempertahankan hubungan bukan alasan untuk terus mengabaikan kesejahteraan diri sendiri. 3. Tidak Mudah Terjebak Manipulasi Emosional
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022