
Orang tua harus bijak mengenalkan gadget kepada buah hati. (Pixabay.com)
JawaPos.com - Selama ini banyak orang tua sudah mengenalkan handphone kepada anaknya sejak dini. Alasannya mengenalkan gawai tersebut agar buah hatinya tidak rewel. Ternyata mengenalkan gadget tersebut harus memerhatikan usia yang pantas. Minimal 13 tahun.
Standar usia itu dikemukakan oleh Asisten Deputi Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberadayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Menurutnya, umur 13 tahun diketahui telah bijaksana menggunakan gadget, karena sudah layak menimbang hal baik atau tidak untuk dirinya.
Tapi pada kenyataannya selama ini, orang tua lebih memilih memberikan handphonenya kepada anak. Alasannya supayasi anak bisa diam dan tidak rewel. Yang penting anak diam, itu pemikiran yang salah yang ditanam di orang tua," ujar Dermawan di Gedung KPPPA, Jakarta, Jumat (18/5).
Untuk itu orang tua harus memerhatikan dan memberikan pendampingan kepada anaknya. Terutama si anak sedang memainkan HP atau menonton televisi. Sebab tayanyan televisi tidak kalah lebih bahaya. Terutama di TV kabel. Di sana tayangannya tidak ada sensor dan kerap mengandung kekerasan. "Makanya pengawasan harus tetap dilakukan orang tua," ungkap Dermawan di Gedung KPPPA, Jakarta, Jumat (18/5).
Mengantisipasi agar gawai-gawai tersebut tidak diincar si anak untuk mainan mereka, maka orang tua harus menempatkan gadget, laptop, komputer di kamar orang tua itu sediri.
Ironisnya ketika anak-anak dilarang menggunakan handphone, ternyata orang tua malah memakai smartphone. "Ketika anaknya dibilang nggak boleh pegang HP seringkali orang tua memainkannya. Itu persoalannya nggak memberikan contoh," terangnya.
Untuk itu, harap Dermawan, orang tua harus bijak dalam memberikan pendampingan literasi. Seperti ketika hari libur sebaiknya orang tua menggunakan waktu luang mereka itu untuk mengajak anak-anaknya menghabiskan waktu bersama.
"Alihkan anak dari gadget, misal hari-hari libur ajaklah jalan-jalan keluar dan berikan akses gadget barang 2-3 jam," jelas Dermawan. Penggunaan waktu luang ini dapat membina hubungan anak dan orang tua terjalin semakin akrab.
Lebih jauh dia menuturkan, pada era saat anak-anak memang tidak bisa sepenuhnya dilarang menggunakan HP. Sebab, saat ini kurikulum di sekolah menggunakan teknologi. Hal itu membuat anak-anak tidak bisa sepenuhnya lepas dari gadget. "Kalau lepas dari gadget mereka tidak bisa mendapatkan pelajaran" tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
