
Ilustrasi ibu menyususi,
JawaPos.com - Beberapa studi mengatakan ASI menurunkan risiko bayi terkena penyakit infeksi akibat bakteri, parasit, jamur, dan virus. ASI yang pertama kali keluar, disebut kolostrum, memiliki kandungan IgA yaitu zat kekebalan yang tidak ada di dalam susu formula.
Kolostrum adalah cairan berwarna kekuningan yang keluar pertama kali sebelum ASI. Di minggu-minggu terakhir kehamilan hingga waktunya melahirkan, kolostrum sudah diproduksi oleh tubuh ibu.
"ASI yang baru pertama kali keluar di 3 hari pertama warnanya biasanya kekuningan. Nanti untuk jadi ASI matang barulah hari kelima dan keenam. Sayangnya banyak ibu berpandangan, karena kolestrum tak berwarna kental jadi mengira bahwa ASI-nya belum keluar. Padahal itu adalah kolostrum, tak harus berpatokan pada warna," tegas Dokter dan Pakar Laktasi dr. Diana Sari, IBCLC dalam Talkshow menyambut Pekan ASI Internasional di RSIA Budhi Jaya, Jakarta, Minggu (29/7).
Diana pun menjelaskan berbagai ragam ASI yang harus dikenali oleh para ibu. Dia mengapresiasi para ibu modern di tengah kecanggihan teknologi saat ini masih semangat untuk memompa ASI di tengah kesibukan para ibu yang bekerja.
"Dulu saat belum ada alat pompa, ASI hanya terbuang percuma saat ibu bekerja. Ketika payudara sudah penuh menampung ASI. Dan para ibu saat ini sudah mengerti menyimpan ASI lalu memanaskannya. ASI dan susu formula sama, dihangatkan kembali dengan suhu 70 derajat saja, agar steril tetapi kuman baiknya tidak mati," kata Dr. Diana.
Dia menambahkan ASI juga bisa berubah warna tergantung dari asupan makanan sang ibu. Misalnya saja saat ibu mengonsumsi buah naga berwarna merah, maka ASI yang diproduksi bisa berwarna kemerahan.
Kemudian ASI juga terdiri dari cairan yang encer dan yang kental atau lapisan inti. Awal-awal saat ASI keluar itu terdiri dari air, makanya terlihat lebih encer. Saat itulah ASI kaya laktosa yang penting untuk pertumbuhan otak bayi.
Sedangkan ASI bagian kental, ada di bagian dalam. Fungsinya untuk menaikkan berat badan anak.
"Dua-duanya sama bagusnya. Dan dua-duanya ketika dipompa akan berlangsung jadi satu," ujarnya.
Maka dari itu, Diana meminta para ibu yang baru saja melahirkan untuk menerapkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Tindakan tersebut adalah menaruh bayi di dada ibunya sesaat setelah melahirkan untuk menemukan puting dan mengisapnya.
"Tujuannya untuk mendapatkan kolostrum itu tadi yang menjadi antibodi sebagai modal awal tentara perang bagi bayi," tegas Diana.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
