Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Agustus 2018 | 21.00 WIB

Perhatikan Waktu dan Komposisi MPASI yang Tepat Untuk Bayi

Ilustrasi. Pemberian Mpasi pada bayi harus disesuikan dengan usia dan kompoisis makanan yang tepat. - Image

Ilustrasi. Pemberian Mpasi pada bayi harus disesuikan dengan usia dan kompoisis makanan yang tepat.

JawaPos.com - Salah satu penyebab weight faltering (anak gagal tumbuh) adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) tidak tepat waktu atau tidak cukup. Terlebih jika berat badan bayi turun atau tidak bertambah, maka MPASI bisa diberikan.


Namun, sebelum memberikan MPASI, ada langkah menyusui yang oerlu diperhatikan. “Perbaiki posisi menyusui dan perlekatan payudara, lihat selama dua minggu,” kata Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (FKUI/RSCM) Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Ngobras, Senin (13/08).


Dokter Damayanti menjelaskan bila Berat Badan (BB) berhasil naik, ASI tinggal dilanjutkan. Bila BB tetap atau turun, ASI tetap dilanjutkan, dengan ditambah asupan lain.


“Bila usia anak kurang dari 4 bulan, belum boleh mendapat makanan. Piliihannya adalah donor ASI yang aman, atau susu formula dengan standar CODEX,” paparnya.


Pada anak lebih dari 4 bulan, harus dilihat kondisinya, apakah sudah menunjukkan tanda-tanda siap makan. Yakni kepala sudah tegak, lidah tidak menjulur-julur lagi. Bila kepala belum tegak, belum bisa diberi makanan padat karena bisa tersedak.


Lantas, makanan apa yang harus diberikan untuk pemulihan agar BB anak naik?


“Prinsipnya, harus melengkapi zat gizi yang tidak cukup dari ASI. Komposisinya mengacu pada ASI, dan kualitasnya sebaik ASI,” ujar Dr. dr. Damayanti.


Ini tidak bisa dicukupi hanya dengan tepung beras, bubur kacang hijau,atau puree sayur dan buah.
Komposisi ASI terdiri dari 55 persen lemak, 30 persen karbohidrat, dan >5 persen protein.


“Ketiga zat gizi ini yang merupakan makronutrisi lemak, karbohidrat dan protein adalah building block untuk pembentukan otak dan pertumbuhan tinggi badan,” tegas Dr. dr. Damayanti.


Makanan pemulihan harus mengandung protein hewani dan energy yang cukup. Stunting pada balita di Indonesia banyak disebabkan oleh asupan protein hewani yang tidak cukup pada dua tahun pertama kehidupan.


Asupan energi pun harus cukup. Karena bila kurang, protein yang masuk akan dipakai menjadi energi, bukan untuk pertumbuhan. Sumber protein hewani terbaik yakni whey protein, telur, susu, ikan, ayam, dan terakhir daging merah.


“Bila tidak memungkinkan MPASI rumahan, WHO memperbolehkan MPASI yang sesuai dengan Codex. Produk dengan ijin edar BPOM pasti sudah mengikuti Codex,” papar Dr. dr. Damayanti.


Codex adalah aturan produk makanan yang sesuai dengan ketentuan WHO dan FAO. Sayangnya penanganan stunting di Indonesia banyak ditekankan suplementasi vitamin dan mineral (mikronutrisi). Padahal, yang harus diperbaiki lebih dulu adalah makronutrisi (lemak, karbohidrat, protein), baru ditambahkan mikronutrisi. Pemberian biskuit, suplemen zat besi, vitamin A, yodium, tidak berpengaruh dalam pencegahan dan penanggulangan weight faltering dan stunting.


"Sekian banyak uang negara dibelanjakan secara tidak tepat guna, padahal seharusnya bisa dialihkan untuk yang lebih tepat. Misalnya, kita bisa mengundang chef ke suatu daerah, lalu ajarkan ibu-ibu masak menggunakan bahan setempat,” jelas Dr. dr. Damayanti.


Tren memberikan puree buah dan sayur juga meningkatkan risiko anak mengalami weight faltering. Sayur dan buah tetap perlu dikenalkan sejak dini, tapi cukup sedikit saja. Sayur bisa ditambahkan pada MPASI, dan buah untuk snack. Sayur dan buah mengandung serat tinggi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore