
Ilustrasi seseorang menguap bisa sampai menitikkan air mata.
JawaPos.com - Ketika seseorang menguap terlalu dalam, biasanya akan mengeluarkan tetesan air mata di sudut-sudut mata. Mirip seperti sedang menangis, padahal tidak.
Dalam keterangan tertulis Hello Sehat, Selasa (5/11), beberapa ahli berteori bahwa manusia menguap karena kelelahan atau merasa bosan. Ketika lelah atau bosan, sistem tubuh sengaja melambat untuk menyimpan energi. Pernapasan juga jadi melambat sehingga oksigen yang dihirup jadi lebih sedikit. Alam bawah sadar mengingatkan untuk mulai menguap demi menghirup oksigen yang lebih banyak supaya segala fungsi tubuh tetap bisa berfungsi normal.
Sayangnya, teori tersebut tidak sepenuhnya benar. Saat kadar oksigen dalam tubuh yang cukup banyak pun seseorang tetap bisa saja menguap. Begitu pula sebaliknya. Kadar karbon dioksida yang tinggi juga tidak menyebabkan seseorang lantas jadi lebih sering menguap.
Teori lainnya menjelaskan bahwa menguap adalah peregangan untuk paru-paru beserta jaringannya. Peregangan tersebut bisa melenturkan otot dan sendi sehingga meningkatkan detak jantung dan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh. Maka, akan jadi lebih awas dan melek.
Lalu mengapa keluar air mata saat menguap?
Air mata tidak hanya keluar saat menangis, tapi juga bisa saat menguap. Air mata adalah pelumas mata yang diproduksi oleh kelenjar lakrimal (kelenjar air mata). Pelumas mata ini bukan hanya mengandung air, tetapi juga minyak dan lendir yang berfungsi sebagai pelindung mata dari zat asing, seperti debu. Nah, setiap kali berkedip, gerakan kelopak mata akan memicu air mata dari kelenjar lakrimal ke permukaan mata dan kemudian meratakannya ke seluruh penjuru.
Ahli Kesehatan Mata dr. Cheryl G. Murphy, di laman Huffington Post menjelaskan saat menguap, mulut akan terbuka, pipi akan terangkat naik, dan mata akan menyipit. Gerakan tersebut membuat otot-otot di sekitar wajah akan menegang dan berkontraksi.
Adanya kontraksi otot di sekitar wajah memberikan tekanan pada kelenjar lakrimal yang berada di bawah kelopak mata (tepat di bawah tulang alis). Tekanan tersebut mengakibatkan sedikit air mata yang disimpan di kelenjar lakrimal lepas dan membasahi permukaan mata. Itulah sebabnya beberapa detik setelah menguap, mata akan terasa basah seperti habis menangis.
Tidak semua orang akan otomatis menangis saat menguap. Sebab menguap tanpa keluar air mata juga bisa terjadi dan itu normal.
Saat menguap untuk pertama kali, air mata yang disimpan di kelenjar lakrimal melewati saluran air mata lebih mudah ke permukaan mata. Akibatnya, kelenjar lakrimal akan kering sementara. Itu sebabnya saat menguap kedua kalinya, wajar jika tidak ada air mata yang keluar.
Selain ukuran saluran air mata, kondisi mata kering juga dapat menyebabkan seseorang menguap tanpa keluar air mata. Misalnya, saat berada di pantai yang cenderung berangin, terjadi masalah pada kelenjar lakrimalis, atau saluran air mata yang tersumbat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
