
Menyimpan makanan kaleng dalam kulkas dikhawatiran bisa tercemar aluminium dan timah. (Getty Images/Kentaroo Tryman)
JawaPos.com - Memiliki kebiasaan menyimpan sisa makanan kaleng yang terbuka dalam kulkas ternyata tidak baik. Terlebih, sisa makanan di dalam kaleng, masih saja disimpan dalam waktu lama di dalam kulkas.
Dilansir dari Live Strong, Kamis (20/6), menurut laporan USDA Shelf-Stable Food Safety, sejauh ini aman untuk mendinginkan makanan sisa yang tidak terpakai dalam kalengnya. Namun, baik USDA dan Ahli Biologi di New Jersey Gitanjali Kundu setuju bahwa mentransfer makanan sisa pada wadah gelas atau wadah penyimpanan plastik dapat membantu menjaga kualitas dan rasa makanan.
Kundu merekomendasikan untuk selalu menyegel wadah. Jika tidak, maka bisa berisiko membuat sisa makanan tercemar kuman di udara, beberapa di antaranya mungkin membuat sakit.
"Ada potensi pembusukan makanan, yang dapat menyebabkan risiko kesehatan," tegasnya.
Lalu bagaimana kalau menyimpan sisa makanan tetap dalam kaleng?
Jika menyimpan makanan sisa dalam wadah kaleng, ada juga kekhawatiran tentang BPA dalam kaleng. Bisphenol A atau yang biasa disingkat dengan BPA adalah salah satu jenis bahan kimia yang terdapat dalam plastik dan lapisan kaleng makanan. Kundu menambahkan jika makanan masih di dalam kaleng bisa jadi tercemar aluminium dan timah.
"BPA, lapisan yang melapisi bagian dalam banyak kaleng, diperkirakan meniru estrogen dan mungkin terkait dengan perkembangan kanker," ujarnya.
Hal itu juga terungkap pada sebuah studi Januari 2015 yang diterbitkan dalam Medicine, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan pada manusia. Maka jika perlu pilihlah makanan kaleng yang bertuliskan bebas BPA.
Secara keseluruhan, Kundu menyarankan agar para ibu rumah tangga menghindari meletakkan kaleng dengan sisa makanan terbuka di lemari es. "Anda harus memindahkan makanan dalam gelas atau wadah plastik dan tutup rapat untuk mencegah masuknya mikroorganisme," saran Kundu.
Didinginkan atau tidak, perlu diingat barang kaleng sering kali dikemas dengan kandungan garam yang tinggi. Maka sebaiknya dibatasi konsumsinya.
"Seringkali, makanan kaleng mengandung bahan pengawet, dan beberapa sangat asin sehingga mendorong asupan natrium yang melebihi batas," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
