
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Dewi Muliaty, M.Si dan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof. Amin Soebandrio, dr., Ph.D., SpMK(K) saat Penandatanganan kerja sama yang dilakukan di Gedung Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, S
JawaPos.com - Pengembangan kualitas layanan kesehatan bisa ditingkatkan lewat riset dan laboratorium medis. Sehingga para peneliti bisa terus mengembangkan ilmu dalam diagnosis dan perawatan penyakit atau cedera, dengan profesional laboratorium dalam layanan perawatan kesehatan.
Laboratorium dan penelitian dapat memberikan petunjuk yang penting dalam diagnosis bahkan pengobatan penyakit atau cedera guna membantu dalam pemeliharaan gaya hidup sehat. Dilansir dari Medicine.Utah, Selasa (13/8), tes laboratorium memantau komposisi darah, urin, dan cairan tubuh lainnya serta jaringan untuk tanda-tanda deteksi dini penyakit. Profesional laboratorium melakukan tes yang penting bagi kesehatan. Lewat laboratorium dan penelitian dapat mengetahui dan membantu orang lain dalam menyelamatkan nyawa.
Laboratorium dapat mengukur kolesterol darah dan gula darah, tes untuk anemia, memeriksa protein urin, mengidentifikasi bakteri radang tenggorokan, mempersiapkan darah untuk transfusi, dan rontgen. Pengembangan itu pula yang dilakukan Laboratorium Klinik Prodia dengan menjalin kerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di bidang penelitian dan pendidikan.
Penandatanganan kerja sama dilakukan di Gedung Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang dihadiri oleh Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Dewi Muliaty, M.Si dan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, dr., Ph.D., SpMK(K), serta jajaran manajemen Prodia dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
“Kerja sama ini merupakan wujud komitmen swbagai Centre of Excellence” di bidang laboratorium kesehatan. Kami sangat berharap kerja sama ini meningkatkan pengembangan ilmu biomedik dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional serta didukung dengan peralatan teknologi terkini yang dimiliki,” kata Dewi dalam sambutannya, Selasa (13/8).
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, dr., Ph.D., SpMK(K) mengatakan penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah positif untuk mendukung pengembangan penelitian dan pendidikan. Sehingga akan lebih banyak penelitian yang bisa diabdikan untuk masyarakat.
"Ini dapat menjadi wadah agar semakin banyak penelitian-penelitian baru yang dapat kita lakukan bersama yang bermanfaat baik di bidang pengembangan maupun penelitian di Indonesia,” tutup Amin.
Kerja sama antara Prodia dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman diantaranya meliputi penyelenggaraan kerja sama di bidang penelitian dan pendidikan, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, seminar, dan lokakarya, bantuan tenaga ahli, tenaga medis, dan atau tenaga profesional. Serta peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dalam kegiatan penelitian dan pendidikan, serta penyelenggaraan kerja sama terkait rujukan pemeriksaan laboratorium.
Sedangkan, kerja sama berupa pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan kelainan sel darah merah, kelainan membran sel darah merah, kelainan kromosom, dan kelainan genetik lainnya.
Dalam bidang laboratorium dan wellness clinic kini dilembangkan pemeriksaan berbasis genetik, yaitu Prodia Genomics. Pemeriksaan Genomik yang dikembangkan di antaranya NIPT-Prosafe untuk mengetahui risiko kelainan kromosom pada janin, CArisk untuk mengetahui faktor risiko terhadap kanker, DIArisk untuk menilai risiko seseorang terhadap penyakit diabetes dan Prodia Nutrigenomics untuk mengidentifikasi asupan nutrisi dan jenis olahraga yang sesuai.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
