Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Januari 2020 | 21.39 WIB

5 Bagian Tubuh yang Diserang Kanker Getah Bening Seperti Ria Irawan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Panggung hiburan kembali berduka. Aktris Ria Irawan diketahui meninggal dunia setelah melawan kanker. Ria Irawan memang diketahui mengidap kanker getah bening yang juga disebut sebagai kanker limfoma selama 10 tahun. Di luar kasus Ria Irawan, sebenarnya bagian tubuh mana saja sih yang bisa digerogoti kanker getah bening?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan limfoma termasuk penyakit kanker darah. Kanker darah atau blood cancer sendiri sebenarnya dibagi menjadi tiga yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma.

"Leukemia menyerang sumsum tulang, limfoma menyerang kelenjar getah bening dan myeloma menyerang sel plasma," jelasnya kepada JawaPos.com, Senin (6/1).

Lalu di mana saja kanker limfoma umumnya menggerogoti tubuh seseorang?

1. Leher

Pasien dengan limfoma biasanya juga datang dengan keluhan adanya benjolan pada leher.

2. Ketiak

Bisa juga pasien mengeluhkan benjolan pada ketiak. Pada pemeriksaan USG abdomen ditemukan adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

3. Selangkangan

Oleh karena buat siapapun yang mempunyai gejala timbul benjolan di leher, selangkangan atau ketiak, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab benjolan tersebut. Benjolan terjadi karena pembengkakan kelenjar getah bening. Benjolan bisa disebabkan oleh infeksi akut biasanya kalau di selangkangan di sebut sekelan, hal ini terjadi karena adanya infeksi kulit di kaki seperti bisul atau pada pemeriksaan USG abdomen ditemukan adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

4. Saluran Cerna

Limfoma juga bisa ditemukan pada saluran cerna ditemukan saat dilakukan endoskopi. Pada skrining USG abdomen ditemukan pada kelenjar bening di sekitar pembuluh darah besar di perut.

5. Organ Bekas Operasi

Selain itu limfoma juga bisa ditemukan dari organ yang dioperasi, ketika dilakukan pemeriksaan histopatologi pada tumor tersebut, ternyata hasil pemeriksaan dari tumor tersebut ditemukan sel-sel kanker limfoma.

Gejalanya

Pasien dengan limfoma umumnya mempunyai keluhan berat badan turun, demam tidak terlalu tinggi, dan keringat malam. Gejala umum seperti ini juga bisa ditemukan pada infeksi tuberculosis.

Tatalaksana Limfoma

Dokter akan melakukan pemeriksaan atas benjolan. Kalau karena infeksi akut terapi infeksi kulit misal dengan antibiotika dapat mengecilkan benjolan. Jika benjolan keras dokter mencurigai karena limfoma. Jika belum yakin dokter akan minta dilakukan USG pada benjolan tersebut.

Setelah pasien terdiagnosis ada benjolah kelenjar getah bening, pasien dikirim ke dokter bedah utk dibiopsi dan di evaluasi penyebab benjolan tersebut. Jika ditemukan sel kanker, dilakukan evaluasi secara patologi anatomi untuk melihat jenis linfoma.

Secara umum pasien juga diminta untuk periksa USG abdomen atau CT scan atau PET Scan utk melihat penyebaran limfoma di tempat lain. Jika sudah ada kepastian limfoma dan jenisnya, dokter akan melakukan kemoterapi. Kemoterapi awal biasanya sebanyak 6 kali.

Bisa Kambuh Sewaktu-Waktu

Jika dikemoterapi tumor mengecil atau hilang, maka dikatakan bahwa penyakitnya remisi dan bisa saja sewaktu-waktu terjadi relaps atau kambuh. Jadi setiap pasien yang sudah disebutkan remisi tetap harus menjaga agar tetap kontrol dan gaya hidup sehat. Hidup teratur, dengan menghindari gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak merokok dan tidak minum alkohol. Cukup tidur serta banyak mengosumsi buah dan sayur-sayuran.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore