
Ilustrasi tindakan laparatomi. (Verywell health)
JawaPos.com - Laparatomy (laparatomi) adalah proses bedah dengan cara membuat sayatan di dinding perut. Laparatomi ini dilakukan untuk menyelidiki dan mencari tahu masalah atau penyakit yang ada dalam organ perut seperti empedu, pankreas, limpa maupun gangguan pada organ hati.
Ternyata, laparatomi juga bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi pembuluh darah dan jaringan yang ada dalam perut. Ukuran dan sayatan pada perut tergantung pada penyakit yang diderita pasien.
Prosedur untuk melakukan laparatomi ini menggunakan bius umum atau dikenal juga dengan sebutan bius total. Untuk lebih jelasnya seputar laparatomi, berikut penjelasannya seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (16/2).
Untuk apa dilakukan laparatomi?
Laparatomi akan disarankan oleh dokter jika sebelumnya pasien sudah memeriksa organ perut dengan CT scan dan Rontgen. Jika sudah melakukan pemeriksaan tersebut dan belum juga menunjukkan diagnosis yang akurat maka bisa dilakukan laparatomi.
Dokter akan membedah perut pasien dengan metode laparatomi untuk mengetahui penyebab keluhan yang diderita pasien. Jika sudah diketahui maka keputusan untuk menangani langsung atau dilakukan operasi.
Operasi ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memberi tindakan terhadap penyakit organ dalam seperti:
Radang usus buntu akut
Lubang pada usus (perforasi usus)
Divertikulitis
Jaringan parut di dalam perut atau perlekatan organ dalam perut
Kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik)
Radang pankreas (pankreatitis) kronis atau akut
Abses hati
Kanker hati, kanker pankreas, kanker usus atau kanker ovarium
Batu empedu
Cedera perut (trauma abdomen)
Radang pada selaput dinding perut (peritonitis)
Infeksi, cedera, atau pembesaran limpa dan hati
Endometriosis
TB saluran cerna
Bagaimana Prosedur Melakukan Laparatomi itu?
Sebelum dilakukan laparatomi pasien akan dibius total (anestesi umum) sehingga pasien tertidur dan tidak merasakan sakit selama operasi. Berikut prosedur laparatomi:
1. Persiapan Sebelum Operasi
Langkah-langkah yang dilakukan sebelum menjalani operasi laparatomi adalah:
Pasien melakukan serangakaian pemeriksaan. Termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang seperti foto rontgen dan pemeriksaan darah lengkap.
Dokter akan bertanya tentang riwayat alergi obat atau obat apa saja yang sedang pasien konsumsi.
Rawat inap di rumah sakit sebelum operasi jika itu diperlukan.
Berpuasa selama beberapa jam sebelum menjalani operasi. Dokter akan menentukan waktu mulainya berpuasa.
2. Prosedur saat operasi
Saat laparatomi akan dilakukan, begini langkah-langkahnya:
Sebelum disayat, perut dilapisi dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi.
Dokter bedah akan membuat sayatan pada kulit dan otot perut sehingga organ dalam dapat terlihat.
Organ-organ tersebut akan diperiksa untuk mengetahui apakah ada infeksi, peradangan atau tumor.
Setelah masalah ditemukan, dokter bisa langsung mengambil tindakan misalnya langsung menjahit usus yang berlubang. Bisa juga dilakukan operasi kedua.
Dokter akan menjahit kembali jika laparatomi sudah selesai dilakukan.
3. Prosedur Paska Operasi
Setelah operasi laparatomi dilakukan, kemudian ada prosedur pasca operasi yang harus dilakukan :
Pasien diobservasi di ruangan khusus untuk menunggu efek pembiusan berkurang.
Dipasangkan selang kecil di hidung untuk mengalirkan cairan pembersih lambung dan untuk mengistirahatkan kerja lambung.
Dipasang juga selang di saluran kemih untuk membantu pengeluaran urin.
Pasien juga dipasang infus untuk memberikan nutrisi tubuh karena biasanya pasien dilarang makan untuk beberapa hari setelah operasi.
Konsumsi obat anti nyeri untuk mengatasi rasa nyeri setelah operasi
Jika tubuh sudah cukup kuat, maka disegerakan berlatih berjalan untuk menghindari resiko penggumpalan darah.
Menginap di rumah beberapa hari untuk membantu pemulihan tubuh pasien. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 minggu pasca operasi untuk memulihkan kondisi tubuh secara total.
Nah, Apa Sih Risiko Melakukan Laparatomi?
Layaknya metode operasi lain, laparatomi juga dapat memicu resiko komplikasi. Antara lain Pendarahan, Infeksi, Kerusakan organ dalam, Pembentukan jaringan parut pada organ dalam, dan Reaksi terhadap obat bius
Masa pemulihan dari operasi laparatomi bisa cepat atau lama bergantung pada kondisi pasien. Jika ada faktor yang memperlambat penyembuhan maka pasien akan lebih lama pulihnya.
Sebenarnya, ada metode lain yang lebih minim sayatan yaitu metode laparoskopi. Metode ini relatif lebih cepat penyembuhannya karena jumlah sayatan yang sedikit.
Dengan melakukan operasi laparatomi maka akan lebih cepat mendiagnosis penyakit yang ada pada organ dalam. Terlebih lagi, jika sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti CT scan maupun rontgen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
