
Sejumlah warga korban banjir Kampung Pulo mengungsi di Posko Kesehatan Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jak
JawaPos.com - Sejumlah daerah yang rawan bencana alam di Indonesia diminta bersiap untuk menghadapi perubahan cuaca. Bencana seperti longsor, puting beliung, dan banjir bisa terjadi setiap tahun. Berdasar itu, akan ada risiko mitigasi bencana dan pengungsi. Di era pandemi Covid-19, semua skenario harus disiapkan sejak dini.
Tim Pakar Satgas Covid-19 dr Dewi Nur Aisyah mengatakan Indonesia memang hanya memiliki 2 musim yakni penghujan dan kemarau. Namun dampaknya, akan ada berbagai upaya pengendalian bencana yang bisa menimbulkan dampak pengungsi dan masalah sosial lainnya.
"Di Indonesia jangan sampai terjadi banjir. Bukan hanya potensi bencananya, tapi ada risiko pengungsian. Jangan sampai terjadi klaster pengungsian," kata dr Dewi baru-baru ini dalam talkshow di Graha BNPB.
Dokter Dewi mengusulkan setiap pemerintah daerah sudah mengetahui potensi bencana dan peta rawan bencana sejak sebelumnya. Dan tentunya sudah mulai mempersiapkan protokol kesehatan yang seperti apa.
"Kita punya potensi bencana cukup besar. Ketika sudah paham, ini berpengaruh menekan fatalitas bencana. Protokol kesehatan di pengungsian harus disiapkan. Harus ada inovasi," tegasnya.
1. Sanitasi
Lokasi pengungsian harus dipastikan kebersihan sanitasinya. Harus higienis termasuk kamar mandi yang akan dipakai bersama.
2. Langkah 3M
Pemerintah daerah harus memastikan protokol kesehatan selalu dipatuhi nantinya. Wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
3. Lokasi Tempat Tidur
Karena harus menjaga jarak, skenario pengungsian juga harus disiapkan. Misalnya harus ada sekat antara tempat tidur masing-masing kepala keluarga dan skenario lainnya.
4. Cegah Anak Bermain Tanpa Protokol
Di lokasi pengungsian pasti akan ramai dan dipenuhi anak-anak. Orang tua diminta untuk selalu memastikan anak-anak terlindungi.
5. Dapur Umum
Dapur umum juga paling penting. Bagaimana proses dan cara memasaknya juga harus dipastikan higienitasnya serta tetap wajib mematuhi protokol kesehatan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
