Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 November 2020 | 19.58 WIB

Bantalan Ujung Tulang Menipis Karena Usia, Waspadai Osteoarthritis

Jerawat punggung bisa bermunculan jika Anda tidak merawat kulit dengan baik. - Image

Jerawat punggung bisa bermunculan jika Anda tidak merawat kulit dengan baik.

JawaPos.com - Pengapuran sendi atau Osteoarthritis (OA) kerap dialami seseorang yang memasuki usia lanjut. Penyakit Osteoarthritis memang salah satunya dipicu karena pertambahan usia atau umur.

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik Siloam Hospitals Manado dr Adelle Damapolii SpKFR mengatakan, pengapuran sendi adalah istilah umum untuk menggambarkan suatu penyakit yang disebut Osteoarthritis (OA). Dia menjelaskan istilah lain yang kerap dipakai adalah sendi aus atau minyak sendinya habis.

Dia mengatakan OA merupakan suatu keadaan terjadinya penipisan atau pengapuran tulang rawan atau sendi. Kondisi ini berbeda dengan Osteoporosis atau pengeroposan tulang. Osteoporosis terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang dan hilangnya kandungan kalsium dalam tulang.


’’Pengapuran tulang dan sendiri terjadi karena beberapa faktor. Namun salah satu yang paling sering adalah usia,’’ kata Adelle Minggu (15/11).

Saat pengapuran tulang muncul, biasanya terjadi peradangan sendi. Peradangan ini dipicu akibat bantalan pada ujung tulang yang menipis seiring waktu.

Adelle mengatakan prinsip penanganan pengapuran tulang memperhatikan tiga hal. Yaitu mengurangi beban kerja sendi, memperkuat otot sekitar sendi, dan memberi nutrisi pada sendi.

’’Panganannya dengan memberikan obat, rehabilitasi medik, atau operasi,’’ tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan rehabilitasi medik melalui terapi. Kemudian dengan istirahat secukupnya, diet, serta kompres dengan air hangat dan dingin.

’’Terapi dengan dukungan rehabilitasi medik, yaitu alat bantu jalan, latihan fisik, modalitas nyeri dan latihan AKS (aktivitas kehidupan sehari-hari, Red),’’ katanya.

Adelle mengingatkan nyeri otot dibiarkan dan tidak ada kemauan untuk mengobati, maka bisa memicu sejumlah dampak. Diantaranya adalah nyeri yang tidak berhenti sampai aktifitas sehari-hari terganggu. Kemudian otot mengalami kelemahan dan kelainan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=AZb4L5XaGn4

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore