Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Januari 2022 | 00.48 WIB

Khasiat Bunga Turi untuk Kesehatan Sel, Liver, dan Imunitas

BUKAN KEMBANG BIASA: Gitvy Fitria Marethasary sedang menikmati bunga turi yang dijadikan masakan urap-urap. Untuk mengurangi pahit, bisa dengan cara membuang bagian putik bunga. Lantas cuci dengan air bersih, kemudian direbus hingga layu. (Alfian Rizal/Ja - Image

BUKAN KEMBANG BIASA: Gitvy Fitria Marethasary sedang menikmati bunga turi yang dijadikan masakan urap-urap. Untuk mengurangi pahit, bisa dengan cara membuang bagian putik bunga. Lantas cuci dengan air bersih, kemudian direbus hingga layu. (Alfian Rizal/Ja

Bunga turi yang biasa direbus sebagai sayur untuk pelengkap pecel atau urap-urap ternyata memiliki banyak khasiat. Ia bersifat mendinginkan, mempunyai rasa yang tajam, dan dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam tubuh. Sejumlah penelitian membuktikan hal itu.

---

BERNAMA ilmiah Sesbania grandiflora dari suku Fabaceae, pohon turi diduga kuat berasal dari kawasan India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Memang tidak mudah menemukan pohon turi di perkotaan karena belum ada anjuran budi daya. Biasanya, pohon yang di India dikenal dengan nama agasti itu tumbuh di tepi jalan, di area persawahan sebagai tanaman lindung, dan terkadang di halaman rumah di pedesaan. Tapi, tentu mudah menemukannya di pasar atau tukang sayur.

Bentuk bunga turi memang unik, yaitu seperti sabit. Ada yang berwarna putih dan merah. Yang putih lebih pahit dan terasa kelat. Biasanya, orang membuang bagian tangkai dan benang sari bunga untuk mengurangi rasa pahit. Justru saat mahkota bunganya mekar, zat kandungan di dalamnya cenderung mulai menurun. Merebus jadi cara yang lazim untuk memasak hingga tekstur bunga menjadi lebih lembek.

Bunga turi secara tradisional dipercaya berkhasiat sebagai penurun panas, pelindung fungsi liver, dan pendongkrak imunitas. Khasiat itu tentu berkaitan erat dengan kekayaan zat bioaktif kandungannya. Misalnya, grandifloral, arginin, sistein, histidin, isoleusin, fenilalanin, triptofan, treonin, alanin, aspargin, asam aspartat, beberapa saponin, dan glikosida.

Kekayaan zat bernutrisi tinggi pada turi perlu dipertimbangkan untuk mencegah kekurangan asupan, termasuk vitamin dan mineral. Kandungan vitamin B, antara lain, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat. Mineral yang terdeteksi adalah kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan selenium. Keberadaan asam folat penting bagi proses pertumbuhan sel dan jaringan tubuh. Selenium penting sekali bagi kesehatan kerja sel otak. Kadar zat bergizi di dalam bunga turi tidak tinggi. Untuk menikmati manfaatnya, kita hanya perlu mengonsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur.

Hepatoprotektif


Hepatoprotektif artinya pelindung fungsi liver. Liver adalah salah satu organ tubuh kita yang berpotensi terkena paparan zat beracun. Sebab, memang fungsinya erat berhubungan dengan seleksi keamanan zat yang boleh masuk ke dalam peredaran darah manusia. Bunga turi diduga berkhasiat sebagai pelindung fungsi liver. Ada yang mengaitkannya dengan aktivitas antioksidan bunga.

Uji tersebut dilakukan oleh peneliti Indonesia, selain peneliti India dan Malaysia. Percobaan dilakukan pada tikus yang mengalami hepatotoksisitas (toksisitas pada liver) yang diobati dengan ekstrak air dan etanol dengan dosis terpilih selama beberapa hari.

Hasilnya memang menunjukkan terdapatnya efek penurunan berbagai indikator yang biasa digunakan untuk memeriksa fungsi liver. Misalnya, enzim aspartate aminotransferase, yaitu SGOT (serum glutamic oxaloacetic transaminase) dan SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase). Tingginya angka SGOT dalam darah menunjukkan terjadinya kerusakan liver atau jantung.

Antioksidan


Tubuh manusia memiliki sistem antioksidan, yang berperan menangkal reaktivitas radikal bebas, yang juga dibentuk sendiri oleh tubuh pada proses metabolisme. Radikal bebas bersifat reaktif yang dapat merusak komponen utama sel apabila jumlah antioksidan tidak mencukupi. Itulah perlunya asupan antioksidan alamiah untuk mengantisipasi kecukupan kebutuhan tubuh.

Bunga turi terbukti mempunyai aktivitas antioksidan karena kandungan senyawa golongan fenol, termasuk flavonoid, asam fenolat, dan tanin. Kekuatannya sangat ditentukan oleh konsentrasi ekstrak dan ekstrak air bunga pun ternyata menunjukkan aktivitas itu.

Temuan tersebut menjadi dasar seorang peneliti India mencoba membuat makanan fungsional jeli yang dicampur ekstrak bunga turi. Jeli dibuat sesuai prosedur umum pembuatan larutan agar.

Bunga turi kering yang sudah dihaluskan dilarutkan ke dalam sejumlah air dan direbus dalam waktu tertentu hingga mendidih dan disaring. Hasil saringan dicampurkan saat larutan agar dibuat sambil diaduk sehingga tidak terjadi penggumpalan. Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak air terbukti terdapatnya potensi dan itu berarti pemakaiannya sebagai bahan campuran dalam jeli juga dapat berperan sebagai antioksidan. Pada percobaan itu, dilakukan pemeriksaan terhadap produk jeli untuk mempelajari berbagai hal seperti rasa, warna, tekstur, dan keasaman.

Imunitas


Studi oleh peneliti Indonesia untuk mengetahui aktivitas ekstrak metanol dan air bunga turi dalam melakukan modulasi terhadap imunitas sudah dijalankan. Ada berbagai uji, salah satunya adalah uji pada mencit yang dibuat mengalami reaksi hipersensitivitas. Hasilnya menunjukkan kenaikan produksi antibodi seiring dengan kenaikan dosis ekstrak. Memang ekstrak metanol dosis tertentu menunjukkan aktivitas modulasi sistem imun yang lebih potensial dibandingkan ekstrak air. Hal itu pasti berkaitan dengan banyak sedikitnya zat kandungan ekstrak. (*)

MENGOLAH BUNGA TURI


- Pilih bunga turi segar berwarna putih atau merah sesuai selera.

- Buang bagian dalam bunga untuk mengurangi rasa pahit.

- Masukkan ke dalam panci, tuangkan air, rebus dalam api sedang hingga mendidih. Kecilkan api dan lanjutkan pemanasan hingga bunga lembek, lalu disaring.

- Sajikan bersama rebusan sayur lain, seperti kangkung dan kecipir. Tuangkan bumbu pecel sesuai selera. Bisa pula dibuat urap-urap.




*) Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore