
BUKAN KEMBANG BIASA: Gitvy Fitria Marethasary sedang menikmati bunga turi yang dijadikan masakan urap-urap. Untuk mengurangi pahit, bisa dengan cara membuang bagian putik bunga. Lantas cuci dengan air bersih, kemudian direbus hingga layu. (Alfian Rizal/Ja
Bunga turi yang biasa direbus sebagai sayur untuk pelengkap pecel atau urap-urap ternyata memiliki banyak khasiat. Ia bersifat mendinginkan, mempunyai rasa yang tajam, dan dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam tubuh. Sejumlah penelitian membuktikan hal itu.
---
BERNAMA ilmiah Sesbania grandiflora dari suku Fabaceae, pohon turi diduga kuat berasal dari kawasan India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Memang tidak mudah menemukan pohon turi di perkotaan karena belum ada anjuran budi daya. Biasanya, pohon yang di India dikenal dengan nama agasti itu tumbuh di tepi jalan, di area persawahan sebagai tanaman lindung, dan terkadang di halaman rumah di pedesaan. Tapi, tentu mudah menemukannya di pasar atau tukang sayur.
Bentuk bunga turi memang unik, yaitu seperti sabit. Ada yang berwarna putih dan merah. Yang putih lebih pahit dan terasa kelat. Biasanya, orang membuang bagian tangkai dan benang sari bunga untuk mengurangi rasa pahit. Justru saat mahkota bunganya mekar, zat kandungan di dalamnya cenderung mulai menurun. Merebus jadi cara yang lazim untuk memasak hingga tekstur bunga menjadi lebih lembek.
Bunga turi secara tradisional dipercaya berkhasiat sebagai penurun panas, pelindung fungsi liver, dan pendongkrak imunitas. Khasiat itu tentu berkaitan erat dengan kekayaan zat bioaktif kandungannya. Misalnya, grandifloral, arginin, sistein, histidin, isoleusin, fenilalanin, triptofan, treonin, alanin, aspargin, asam aspartat, beberapa saponin, dan glikosida.
Kekayaan zat bernutrisi tinggi pada turi perlu dipertimbangkan untuk mencegah kekurangan asupan, termasuk vitamin dan mineral. Kandungan vitamin B, antara lain, tiamin, riboflavin, niasin, dan asam folat. Mineral yang terdeteksi adalah kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, dan selenium. Keberadaan asam folat penting bagi proses pertumbuhan sel dan jaringan tubuh. Selenium penting sekali bagi kesehatan kerja sel otak. Kadar zat bergizi di dalam bunga turi tidak tinggi. Untuk menikmati manfaatnya, kita hanya perlu mengonsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
