Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Mei 2022 | 19.37 WIB

Jangan Dipijat, Ini 6 Tips Cegah Cedera Saat Olahraga

WASPADA: Ketika anak jatuh, lakukan pemeriksaan dengan saksama. Terutama di kepala. Cedera kepala biasanya merujuk pada benjolan di kepala anak atau luka fisik. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

WASPADA: Ketika anak jatuh, lakukan pemeriksaan dengan saksama. Terutama di kepala. Cedera kepala biasanya merujuk pada benjolan di kepala anak atau luka fisik. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Saat kaki terkilir atau otot keseleo ketika berolahraga, umumnya seseorang langsung memijat area yang sakit. Padahal hal itu kurang tepat secara medis. Agar tak mengalami cedera saat berolahraga, ada beberapa tips jitu yang bisa dilakukan.

Dalam keterangan tertulis PT Taisho Pharmaceutical Indonesia (Taisho) Counterpain, Selasa (24/5), dalam menangani cedera yang baik, dalam berlatih maupun berkompetisi, kerap terjadi cedera mengingat setiap atlet melakukan aktivitas fisik yang cenderung berat. Cedera yang terjadi pada atlet harus ditangani secepat mungkin dengan pengelolaan cedera yang baik, sehingga atlet dapat kembali pulih dan siap untuk bertanding kembali dan meraih prestasi terbaik.

Penyebab Cedera

Kebanyakan cedera terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh saat berolahraga. Cedera tersebut dapat diakibatkan secara tidak sengaja, seperti kurang pemanasan dan latihan yang melebihi kapasitas.

Cedera juga dapat terjadi karena suhu panas. Contoh cedera olahraga adalah keseleo, terkilir, cedera lutut, cedera tendon, dislokasi, patah tulang, hingga dehidrasi dan stroke karena suhu udara yang panas.

Jangan Dipijat

Penanganan cedera di saat olahraga dan tips menjalankan latihan fisik dengan baik, benar, terukur dan teratur (BBTT).
Cedera olahraga seperti keseleo, terkilir dan memar yang seringkali menggunakan terapi hangat adalah tidak tepat, di mana seharusnya pada 72 jam pasca cedera olahraga dengan manifes pembengkakan dan radang. Terapi dingin-lah yang harus dilakukan agar mencegah terjadinya pembengkakan dan peradangan pada area tersebut.

Ada beberapa hal yang jangan dilakukan saat cedera. Apa saja?

NO HARM yakni NO Heat atau jangan dikompres panas

NO Alcohol yakni jangan mengkonsumsi Alkohol

NO Run yakni jangan melakukan latihan olahraga pada bagian tubuh yang cedera, dan

NO Massage yakni jangan melakukan pemijatan pada area yang cedera.

“Jika tidak terjadi pembengkakan atau radang akut, maka terapi panas bisa menjadi pilihan masyarakat. Sehingga kita berharap masyarakat menjadi jauh lebih cerdas dan paham pentingnya penanganan cedera olahraga dengan terapi panas dan dingin,” ungkap Sonny Adi Nugroho dari Taisho.

Berikut beberapa tips mencegah terjadinya cedera olahraga :

1. Menetapkan target yang realistis sesuai kondisi masing-masing, dan peningkatan target dilakukan secara berkala.

2. Merencanakan dan mempersiapkan saat memulai program atau jenis olahraga baru, dan memastikan telah mempelajari teknik tepat yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan jenis olahraga tersebut.

3. Melakukan pemanasan dan pendinginan, agar otot tidak mudah tegang dan guna meningkatkan fleksibilitas.

4. Menggunakan waktu secara bertahap dalam meningkatkan tingkat pelatihan untuk mencegah stres pada tulang, persendian dan otot.

5. Mendengarkan sinyal tubuh jika dirasakan stres yang berlebih, khususnya jika persendian terasa tidak normal.

6. Bila olahraga di suhu udara tropis maka perhatikan metode pendinginan suhu tubuh saat olahraga agar terhindar dari dehidrasi hingga stroke karena suhu udara panas.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore