Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Agustus 2022 | 22.03 WIB

Mengenal Demam, Obat, Pertolongan Pertama, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi anak demam (Pixabay) - Image

Ilustrasi anak demam (Pixabay)

JawaPos.com - Setiap orang umumnya pernah mengalami demam. Saat demam, setiap orang pasti berbeda cara mengatasi dan mengobatinya. Ada yang menggunakan cara konvensional, cukup istirahat, atau minum obat bebas yang berada di pasaran. Kapan kita harus ke dokter dan khawatir saat demam?

Menurut Mayo Clinic, demam adalah kenaikan suhu tubuh sementara. Ini adalah salah satu bagian dari respons keseluruhan dari sistem kekebalan tubuh. Demam biasanya disebabkan oleh infeksi.

Bagi kebanyakan anak-anak dan orang dewasa, demam mungkin tidak nyaman. Tapi itu biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, untuk bayi, bahkan demam rendah pun bisa berarti ada infeksi serius.

Demam umumnya hilang dalam beberapa hari. Sejumlah obat bebas menurunkan demam. Suhu normal manusia batasnya 37 C. Suhu yang diambil menggunakan termometer mulut (suhu mulut) yaitu (37,8 C) atau lebih tinggi umumnya dianggap sebagai demam. Selain demam, biasanya seseorang disertai berkeringat, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan selera makan, dehidrasi, dan lemas.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam dan juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan dalam kicauannya demam itu memainkan peran kunci dalam memerangi infeksi. Namun, kesalahan kerap terjadi dalam mengatasinya.

"Apalagi obat penurun demam juga dijual bebas. Belum lagi akurasi termometer yang tergantung jenisnya," katanya dalam kicauannya, Minggu (7/8).

Obat Demam

Menurutnya, ada dua obat untuk mengatasi demam yakni aspirin dan cetaminophen atau paracetamol. Ini aman dan efektif.

"Orang dewasa boleh. Tapi ada kemungkinan pemberian aspirin kepada anak bisa menyebabkan kondisi fatal, seperti Sindrom Reye. Jadi konsultasikan dulu ke spesialis anak soal ini," katanya.

Bolehkah minum obat sendiri? Menurutnya obat yang dijual bebas bisa diminum, dan ikuti saja di petunjuknya.

"Misal 2x1 atau 4x1 ya diminum sesuai aturan itu. Kalau sudah tidak panas, ya hentikan. Jangan sampai overdosis," katanya.

Boleh Minun Soda atau Kopi?

Tergantung jenis obat. Soda itu isinya ada Natrium Bikarbonat, yang relatif basa dan bisa netralkan aktivitas obat. Kalau kafein, umumnya boleh. Namun, efek obat tertentu malah akan diperkuat oleh kafein sehingga akan meningkatkan detak jantung.

"(Kalau) alkohol sebaiknya sih enggak, meski kalau non muslim boleh saja—tapi dalam takaran yang sedikit sekali dan lebih baik tidak sama sekali. Soda, kopi, dan alkohol itu bisa sebabkan dehidrasi. Sementara saat demam kita benar-benar membutuhkan cairan banyak," jelasnya.

Mengukur Demam dengan Termometer

Menurutnya, berbagai jenis termometer dapat menunjukkan hasil berbeda. Ada termometer digital dan ada manual. Jika manual ya harus lebih dari lima menit. Kalau digital ya diulang. Kalau mau lebih yakin lagi ya diukur termometer air raksa, kemudian bandingkan.

Pertolongan Pertama Atasi Demam

1. Memakai Sweater

Prinsipnya asal pasien nyaman. Kalau nyaman pakai baju hangat, ya boleh saja, tergantung suhu ruangan juga. Kalau ruangan tanpa AC tidak harus pakai baju hangat.

2. Asetaminofen

Untuk atasi gejala panasnya, tentu saja. Namun jika demam typhoid kan penyebabnya beda, yaitu kuman Salmonella. Tidak akan mati dengan obat Asetaminofen. Tetap memerlukan tambahan antibiotik.

3. Banyak Minum Air Putih

Ada beberapa obat yang menyebabkan pipis kita jadi banyak. Misalnya Furocemide atau Lasix, Spironolactone atau Aldactone. Ya kalau dapat obat ini memang akan lebih banyak minumnya. Dalam hal ini Anda harus minta nasihat dokter untuk menghitung prinsip balance cairan dan elektrolit yang benar.

"Harus ingat, minum banyak itu bagus, tapi kalau ginjalnya sehat. Kalau enggak sehat, apakah bagus minum banyak? Sebaiknya dikonsultasikan," kata Prof Zubairi Djoerban.

4. Istirahat Cukup

Sistem kekebalan Anda habiskan banyak energi lawan infeksi di siang hari. Saat tidur, tubuh punya waktu memulihkan energi itu. Makanya perlu istirahat.

"Takarannya, usia muda dan dewasa 8 jam sehari tambah sedikit. Kalau lanjut usia, 6 jam juga ditambah sedikit," katanya.

Hindari Hal Ini saat Demam

1. Menunda Minum Obat

Jika demamnya baru saja muncul, boleh saja enggak minum obat. Namun kalau sudah berapa jam masih panas atau panasnya langsung tinggi 39 atau 40 ya perlu minum obat.

2. Mandi Air Dingin

Sekali lagi, tergantung nyamannya pasien dan kebiasaannya saja. Kalau biasa mandi air hangat, ya tetap saja air hangat.

"Tak usah diubah jadi air dingin supaya panasnya turun. Perubahan itu malah bisa menyebabkan otot-otot menggigil dan kram," katanya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore