Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Agustus 2022 | 13.16 WIB

Kenali Cara Penularan HIV Seperti yang Diidap Mahasiswa Bandung

ILUSTRASI: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah masih dalam upayanya mendeteksi seluruh penderita HIV/AIDS di wilayahnya. - Image

ILUSTRASI: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah masih dalam upayanya mendeteksi seluruh penderita HIV/AIDS di wilayahnya.

JawaPos.com–Sebanyak 411 mahasiswa di Bandung per Desember 2021 tertular HIV/AIDS seperti laporan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung. Cara penularan penyakit itu sebetulnya tidak mudah dari orang ke orang. Harus melalui cairan tubuh seperti darah dan sperma. Karena itu, kelompok berisiko harus mewaspadai penularannya.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam Ari Fahrial Syam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menjelaskan, penyakit HIV AIDS saat ini hampir rata menyasar profesi. Dari ibu rumah tangga (IRT) yang tidak gonti-ganti pasangan pun bisa tertular. Sebab, suaminya suka jajan di luar.

Seorang ibu muda baik-baik yang akan menikah menderita HIV kemungkinan tertular dari mantan pacarnya yang menderita narkoba.

Berganti Pasangan

Dari sudut kesehatan gonta-ganti pasangan berisiko penyakit, kelompok penyakit akibat gonta-ganti pasangan itu dimasukan sebagai sexually transmitted disease (STD). Untuk para perempuan yang gonta-ganti pasangan selain penyakit STD tadi juga berisiko untuk terjadinya kanker mulut rahim.

Sedangkan untuk laki-laki gonta-ganti pasien akan menambah risiko untuk menderita kanker prostat di kemudian hari. Belum lagi penyakit menular lainnya. Virus itu merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Menurut Prof Ari, secara fisik tidak dapat dibedakan siapa yang di dalam tubuhnya mengandung virus yang sangat berbahaya tersebut.

”Oleh karena itu, saat kita berhubungan seks dengan seseorang yang bukan istri maka sudah berisiko untuk mengalami penyakit infeksi yang berbahaya dan mematikan,” ucap Prof Ari.

Suami atau istri yang menderita HIV akan menularkan kepada istri atau suaminya. Ibu penderita HIV bisa menularkan kepada anak-anak yang dilahirkan.

Orang serumah atau orang sekantor atau teman sekolah dengan penderita HIV tidak akan tertular kalau hanya sekedar ngobrol atau bekerja dalam satu tim, makan bersama, berenang bersama, atau duduk dalam ruangan yang sama.

Narkoba Suntik

HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi darah orang yang terinfeksi HIV. Berbagi pakai jarum suntik atau menggunakan jarum suntik bekas membuat seseorang berisiko tertular penyakit, termasuk HIV.

”Jika sudah memahami cara penularannya, satu hal yang harus dihindari adalah stigma yang menakutkan bahwa penderita HIV harus dikucilkan sebenarnya tidak perlu terjadi lagi saat ini,” papar Prof Ari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore