
Photo
JawaPos.com - Virus polio merupakan penyakit berbahaya karena mengancam penderitanya sampai mengalami kelumpuhan. Dunia kembali diingatkan untuk waspada dan mengejar cakupan vaksinasi untuk mencegah penyakit ini. Penularan dapat terjadi pada seseorang yang belum divaksinasi.
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan status darurat polio atau Acute paralytic poliomyelitis di New York, AS, menjadi pengingat bahwa virus polio masih ada dan menyebabkan 1 kasus lumpuh. Deteksi atau surveilans, kata dia, penting dilakukan untuk mencegah penularan. Pasalnya, seseorang yang tak bergajala bisa menulari orang lain.
“Adanya outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB), harus jadi pengingat ya. Hal itu agar setiap negara segera merespons, agar potensi wabah lain bisa dicegah ya. Potensi KLB penyakit lain misalnya difteri, campak, penyakit lain yang bisa dicegah dengan imunisasi segera dikejar. Sebab akibat pandemi yang membuat cakupan vaksinasi menurun, maka penyakit itu bisa timbul lagi. Makanya harus segera lakukan imunisasi dasar pada anak,” ungkap Dicky kepada JawaPos.com, Senin (12/9).
Bagaimana Penularan Virus Polio?
Dicky menyebutkan virus polio masuk ke tubuh melalui mulut, turun dari tenggorokan ke saluran cerna, kemudian berkembang biak di usus. Pada beberapa kasus virus masuk ke aliran darah dan menginfeksi susunan saraf pusat.
“Hal itu yang menjadi penyebab terjadinya kelumpuhan,” ungkap Dicky.
Dicky menyebut seseorang terpapar virus polio bisa saja tak bergejala. Atau gejala awal virus ini mirip dengan flu. Hampir semua virus, kata dia, gejala awalnya mirip dengan flu.
“Makanya sering tak disadari. Ya monkeypox, Covid, flu apapun awalnya ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, pilek, tak enak badan, nyeri otot, kelelahan, diare. Mirip-mirip,” katanya.
Pada beberapa kasus yang paling parah dapat menyerang susunan saraf pusat dan mengakibatkan kelumpuhan. Penularan tak hanya lewat kotoran atau tinja tetapi juga lewat percikan air liur.
“Pada beberapa kasus secara imunitas baik, hilang gejalanya. Tapi dia tetap bisa menginfeksi orang. Makanya makanan minuman yang tak ditutup bisa tercemar. Percikan ludah, bisa jadi sumber penularan,” ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
