
SECUKUPNYA: Asupan garam per hari tidak hanya yang ada dalam masakan rumah, tapi juga jajanan plus camilan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk membatasi garam. Batasannya, seseorang hanya boleh mengonsumsi 50 mg atau 1 sendok teh garam sehari untuk mencegah penyakit tak menular seperti hipertensi, jantung, dan stroke. Sementara lidah seseorang lebih suka menyantap masakan yang asin dan gurih.
Dengan kampanye bijak garam, seseorang diedukasi bagaimana membuat masakan tetap gurih meski garam dikurangi. Apalagi tren kuliner saat ini selalu menambahkan cita rasa asin yang berlebihan.
"Sebenarnya, jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi sekaligus ingin diet rendah garam, menggunakan bumbu umami seperti MSG. Beberapa penelitian seperti yang dilakukan oleh Jeremia Halim et al (2020) menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga (⅓) dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” ungkap Katarina dari PT Ajinomoto Indonesia kepada wartawan baru-baru ini.
Salah satu edukasi juga dilakukan kepada para chef. Mereka sebaiknya sudah mulai mempertimbangkan penerapan pembatasan gula, garam dan lemak untuk tren kuliner yang lebih aman bagi kesehatan dengan tetap mempertahankan unsur kelezatan dalam kreasi menu makanannya.
Chef Wisnu Wicaksono dari Hotel Restoran Katering (Horeka) dalam kegiatan 'Modern Cooking' memberikan tips bagaimana dalam menyajikan masakan yang gurih meski bijak garam. Ia memiliki beberapa hitungan dan takaran penggunaan garam dalam menu Tori no Suimono.
Perbandingan Penggunaan Garam dan MSG
Untuk meningkatkan level gurih dan harmonisasi yang lebih melezatkan, penggunaan garam dapur dapat dimodifikasi dengan MSG. Sehingga terjadi penurunan natrium dalam masakan sebesar 12 persen.
"Dengan level MSG yang lebih gurih, penggunaannya bisa lebih sedikit, dan mengurangi garam," katanya.
Para ibu rumah tangga disarankan untuk mengurangi atau reduksi penggunaan garam dengan MSG. Pasalnya, kesalahan dalam memasak, para ibu menggunakan terlalu banyak garam plus ditambah lagi dengan MSG.
"Reduksi garam, ganti garam yang tadinya 1 sendok teh, ganti dengan MSG, setengah sendok saja garamnya. Kita harus mereduksi natrium," jelasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
