
Ilustrasi ibu hamil diperiksa dokter di RSIA Budhi Jaya.
JawaPos.com - Kesiapan ibu hamil dalam menyambut buah hati, tak hanya fisik tetapi juga mental. Agar menjamin ibu dan janin tetap sehat, bumil perlu melakukan pemeriksaan kandungan hingga cek USG.
Pertanyaannya, berapa kali idealnya cek kandungan selama kehamilan? Dan berapa kali bumil harus melakukan USG?
Dalam seminar oleh RS Universitas Indonesia (RSUI) dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RSUI dr. Natasya Prameswari, Sp.OG menjelaskan pentingnya periode 1000 hari pertama kehidupan yang terdiri dari 720 hari (9 bulan dalam kandungan) ditambah 730 hari (usia 2 tahun).
"Periode ini merupakan masa yang sangat krusial untuk tumbuh kembang anak, sehingga ibu hamil harus memperhatikan asupan gizinya bahkan sebelum mengandung," jelasnya dalam keterangan resmi baru-baru ini.
Ia mengatakan saat mengandung, organ sudah terbentuk 3 minggu sejak konsepsi, ini periode krusial dimana mulai terbentuknya otak, jantung, dan anggota gerak tubuh. Saat hamil, kunjungan antenatal ke tenaga kesehatan juga sangat penting.
Berapa kali cek kehamilan?
Kunjungan antental disarankan untuk dilakukan sebanyak 6 pertemuan. Saran itu diadaptasi dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kunjungan terdiri dari 1 kali saat trimester 1, 2 kali saat trimester 2, dan 3 kali saat trimester 3. Kunjungan antenatal pada trimester 1 utamanya dilakukan untuk melakukan deteksi dini kelainan medis dan preeklampsia (hipertensi pada kehamilan).
Ibu hamil akan menjalani beberapa pemeriksaan laboratorium, serta pengukuran indeks massa tubuh, yang bertujuan untuk menentukan rekomendasi penambahan kenaikan berat badan saat hamil. Saat kunjungan antenatal, ibu hamil juga direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan USG.
Berapa kali bumil idealnya cek USG?
Disarankan melakukan cek USG 3 kali. Pada trimester 1, pemeriksaan USG ini berguna untuk mengonfirmasi kehamilan dan usia kehamilan. Kemudian pada trimester 2, USG ini berguna untuk mengevaluasi pertumbuhan janin, ketuban, plasenta, dan kelainan organ. Sementara pada trimester 3, USG ini juga dilakukan untuk mengevaluasi pertumbuhan janin, ketuban, dan plasenta.
Hal senada dikatakan Bidan Putri Nur Husna. Ia juga menyarankan agar ibu membuat birth plan agar ibu mengetahui apa prioritas dan apa yang diinginkan untuk persalinannya. Tuliskan hal-hal yang ingin ibu lakukan yang dapat membantu memperlancar proses persalinan. Setelah itu diskusikan perencanaan yang ibu susun dengan penyedia layanan yang ibu pilih.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
