Lumayan mudah dijumpai, pohon buah kersen (keres) tumbuh subur di tanah kosong atau bahkan dekat rumah. Daun dan buahnya yang tak lebih besar dari ujung kelingking itu ternyata punya banyak manfaat kesehatan. Peneliti menemukan khasiat terkait dengan antikanker, melindungi fungsi liver, serta penurun kadar gula darah.
---
PULUHAN tahun lalu, pohon kersen populer di kalangan anak-anak Indonesia. Baik di kota maupun di desa. Mereka gemar memanjat, memetik, dan menikmati buah kersen. Ada yang menyebutnya keres, juga talok.
Belakangan, pemandangan semacam itu sudah langka. Sementara itu, pohon kersen tetap tumbuh subur tanpa melalui budi daya sekalipun. Selain dimakan buahnya, saat ini cukup banyak informasi tentang pemanfaatan berbagai bagian tanaman itu untuk kesehatan.
Bernama ilmiah Muntingia calabura dari suku Muntingaceae, daerah asal tanaman itu antara lain Meksiko dan Amerika Selatan. Pohon kersen saat ini mudah dijumpai di kawasan Asia yang beriklim panas. Termasuk India, Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Nama yang populer dalam bahasa Inggris adalah Jamaican cherry. Orang Malaysia menamakannya kerukup siam.
Di Indonesia, kersen tumbuh liar di tepi jalan dan kerap merusak tempat tumbuhnya karena desakan akar yang muncul ke permukaan tanah. Ada pula yang menyebut pohon itu sebagai air pollution indicator. Yakni, indikator kemampuan tanaman bertahan terhadap polusi udara.
Pohon tumbuh cepat hingga mencapai 2 meter dengan batang dan percabangan yang kokoh dan tumbuh cepat seiring usia. Daunnya berwarna hijau, cenderung gelap, dengan bentuk oval dan sedikit berbulu di permukaan. Bunganya berwarna putih, dengan buah berbentuk bulat warna merah atau kuning. Kulit luar buah halus, lembut, juicy, sangat manis, bau spesifik, dengan bagian daging buah yang dipenuhi banyak biji kecil berwana kekuningan.
Hingga kini, informasi pemakaian pohon kersen secara tradisional untuk kesehatan tidak terlalu banyak. Namun, catatan untuk pengobatan rakyat di beberapa negara bisa dilacak. Rakyat Peru menggunakan rebusan atau seduhan daun itu untuk mengendalikan luka lambung, mengatasi sakit kepala, dan menyembuhkan demam. Sementara itu, orang Meksiko menggunakannya untuk penyembuhan infeksi cacar air.
Di Filipina, bunga kersen dipakai untuk mengobati sakit kepala, atau sebagai penenang. Bangsa Vietnam menggunakan akar pohon kersen sebagai pelancar haid, sedangkan Malaysia menggunakannya untuk induksi aborsi.
Selain dikonsumsi segar, buah kersen bisa diolah menjadi selai atau bahan pembuatan kue tar. Khasiatnya berkaitan erat dengan zat kandungan. Sejak 1991, berbagai penelitian dilakukan untuk mempelajari zat kandungan akar, kulit batang, bunga, dan daun. Jumlah senyawa yang berhasil ditemukan selalu meningkat dari tahun ke tahun, termasuk golongan polifenol dan sterol. Daun kersen juga kaya akan zat kandungan. Para peneliti Taiwan menemukan senyawa sterol, termasuk sitosterol dan stigmasterol.
Khasiat Antikanker
Badan Kesehatan Dunia menyatakan kanker sebagai salah satu penyebab utama kematian di dunia. Pendarahan akibat kerusakan pembuluh darah pada bagian tubuh yang terserang kanker sangat berbahaya, apalagi kalau terjadi pada otak. Karena itu, informasi obat bahan alam sebagai antikanker selalu menarik perhatian peneliti dan dunia kesehatan.
Daun kersen sudah bertahun-tahun lamanya diteliti untuk tujuan itu. Penelitian berbagai ekstrak daun dicobakan pada kultur aneka sel kanker, termasuk kanker payudara dan leukemia. Hasilnya memang bervariasi, perlu penelitian lebih lanjut.
Namun, kandungan zat yang sangat kaya tentu dapat membantu mengatasi atau mengendalikan gangguan kesehatan, termasuk pertumbuhan sel kanker. Diduga kuat, khasiat itu erat kaitannya dengan aktivitas antioksidan senyawa golongan fenolik yang kadarnya sangat tinggi.
Melindungi Fungsi Liver
Liver berperan penting dalam proses pengeluaran racun dari tubuh manusia. Gangguan fungsi liver yang dikhawatirkan akhir-akhir ini adalah meningkatnya unsur yang berpeluang merusak sel, yaitu radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang perlu dinetralkan. Yakni, dengan zat antioksidan.
Studi peneliti Malaysia dan India menjumpai aktivitas antioksidan daun kersen yang diekstraksi dengan berbagai pelarut. Dari hasil penelitian itu, diduga kandungan golongan flavonoid, saponin, tanin, dan fenolat menunjukkan aktivitas antiradang dan antioksidan. Hasil penelitian itu menunjukkan prospek yang menjanjikan, meskipun masih dilakukan pada hewan coba yang dibuat mengalami luka pada livernya.
Penurun Kadar Gula Darah
Pilihan sumber bahan dari alam sebagai obat antidiabetes lebih disukai penyandang diabetes. Alasan utamanya adalah kemungkinan efek samping obat kimia yang tidak diharapkan. Ada informasi pemakaian turun-temurun rebusan daun kersen untuk pengobatan diabetes, yang pasti menarik perhatian peneliti.
Daun yang disarikan dengan campuran pelarut etanol dan air berbagai perbandingan dicobakan untuk aktivitas antidiabetik secara in vitro. Hasilnya, daun yang disarikan dengan etanol 50 persen paling aktif menunjukkan aktivitas penghambatan enzim yang dapat membantu proses pemecahan karbohidrat menjadi gula.
Ternyata, pada ekstrak yang paling aktif itu ditemukan lebih dari 60 senyawa aktif. Hasil penelitian itu merupakan langkah awal dari pengembangan ekstrak daun kersen sebagai obat antidiabetes yang potensial.
---
Saran Konsumsi Kersen:
- Buah yang sudah masak pohon bisa langsung dimakan segar sebagai sumber nutrisi alami.
- Daun dapat dikeringkan dengan cara diangin-anginkan dan diseduh hingga menjadi minuman teh kersen.
- Daun segar bisa direbus dalam air dengan api berkekuatan sedang hingga mendidih. Cobalah menikmatinya 3 kali seminggu sebagai sumber nutrisi, yang terutama baik bagi kesehatan sel tubuh.
- Yang pasti, kersen aman dikonsumsi.
- Bagi ibu hamil dan menyusui, belum ada data keamanan penggunaan kersen.
Dari berbagai sumber
*) Prof Dr Apt MANGESTUTI AGIL MS, Guru besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Kanal Kesehatan Prof Mangestuti