
Dengan kelangkaan antibiotik yang semakin sulit di seluruh dunia menyebabkan para peneliti menciptakan obat antibiotik pengganti dimana dapat meningkatkan resistensi infeksi sulit diobati./
JawaPos.com - Di berbagai belahan dunia, kekurangan antibiotik lini pertama sering kali mengakibatkan penyalahgunaan antibiotik khusus atau cadangan dalam situasi darurat yang berlebihan.
Penggunaan obat pengganti tersebut tidak hanya kurang efisien, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap perkembangan resistensi obat. Hal ini membuat infeksi menjadi semakin sulit diatasi dalam jangka waktu yang panjang.
Dilansir dari media project syndicate, Minggu (19/11), penggunaan berlebihan antibiotik saat ini dianggap sebagai salah satu kontributor utama terhadap resistensi antimikroba, yang sering disebut sebagai "pandemi diam-diam."
Meskipun banyak yang mengetahui dampak negatif tersebut, sedikit yang menyadari bahwa kekurangan antibiotik juga turut berperan dalam memicu AMR.
Ketika berita tentang kelangkaan persediaan amoksisilin pediatrik, suatu obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi Strep A, mencuat di Inggris akhir tahun lalu, menyebabkan lonjakan infeksi dan sedikitnya 19 anak meninggal.
Hal tersebut menciptakan kesadaran akan kekurangan antibiotik yang tidak hanya terjadi di satu negara, tetapi melibatkan berbagai negara di seluruh dunia.
Konsekuensinya terhadap kesehatan individu dan potensi penyebaran resistensi antimikroba bisa sangat mengerikan.
Pada tahun 2019, AMR secara langsung menyebabkan sekitar 1,27 juta kematian, jumlah yang melebihi gabungan kematian akibat HIV/AIDS dan malaria, dengan tambahan 4,95 juta kematian lainnya.
Respons global terhadap krisis ini selama ini terfokus pada pengembangan antibiotik baru untuk mengatasi bakteri yang resisten terhadap obat.
Namun, dalam jangka pendek, terdapat ruang besar untuk mengurangi jumlah kematian akibat AMR dan meminimalisir dampak kesehatan yang lebih luas dengan mengatasi beberapa faktor penyebab kelangkaan obat dan meningkatkan akses terhadap pengobatan yang tepat.
Kelemahan dalam pasar yang sama, yang menjadi pemicu krisis global AMR juga menjadi penyebab utama kekurangan antibiotik.
Dibandingkan dengan jenis obat lainnya, antibiotik seringkali lebih kompleks dan mahal dalam proses produksinya, tunduk pada persyaratan regulasi yang lebih ketat, dan kurang menguntungkan secara finansial.
Akibatnya, banyak perusahaan farmasi telah secara signifikan mengurangi atau bahkan menghentikan penelitian serta pengembangan antibiotik selama beberapa dekade terakhir.
Tidak hanya terdapat sedikit perkembangan dalam pengembangan antibiotik baru, tetapi produksi antibiotik yang sudah ada di pasaran juga kurang menarik, terutama disebabkan oleh hambatan dan fluktuasi yang terjadi dalam rantai pasokan.
Rantai pasokan global obat-obatan ini dapat terhenti dengan mudah akibat gangguan pada pasokan bahan baku, masalah pengendalian kualitas, kenaikan harga, atau bahkan penghentian produksi oleh pemasok.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
