
Kacang Tanah. /Sumber foto: freepik.com
JawaPos.com – Kacang tanah dapat diolah dengan berbagai cara untuk dikonsumsi. Di Indonesia sendiri, olahan kacang tanah yang paling populer adalah salah satunya adalah kacang rebus.
Kacang rebus biasanya dimasak secara tradisional. Di Pulau Jawa sendiri, kacang rebus banyak menjadi cemilan di acara tertentu, misalnya selametan dan yasinan.
Kacang tanah rebus disiapkan dengan mencuci kacang tanah hijau/mentah dan kemudian merebusnya di dalam cangkangnya dalam air dengan berbagai rempah-rempah pada suhu 100 derajat C selama 8 - 12 jam.
Seorang peneliti bernama Yvonne Chukwumah pernah mempublikasikan karya ilmiah dari penelitiannya yang dilakukan di Alabama A&M University. Dia menemukan bahwa kacang tanah rebus mengandung sepuluh kali lipat lebih banyak flavonoid daripada kacang tanah panggang atau mentah.
Melansir dari Luray Peanut, kacang tanah rebus juga memiliki total polifenol 36% lebih banyak daripada kacang tanah panggang atau mentah. Akhirnya, mereka menemukan bahwa kacang rebus memiliki 1,5 mg resveratrol per 100 gram kacang, sedangkan kacang panggang memiliki 0,017 resveratrol per 100 gram.
Ditambah dengan fakta bahwa kacang tanah rebus mengandung 40% lebih sedikit kalori per sajian dibandingkan kacang tanah panggang, maka dapat disimpulkan bahwa kacang tanah rebus adalah cara yang paling sehat untuk mengkonsumsi kacang tanah.
Jika dibandingkan dengan kacang-kacangan lainnya (terutama kacang kedelai), kacang tanah memiliki kandungan asam fitat yang sangat rendah dan tidak ada batasan penyerapan mineral dan nutrisi yang diperlukan dalam makanan manusia.
Lantas, bagaimana dengan makan kacang tanah rebus setiap hari?
Seperti halnya dengan makanan lainnya, konsumsi kacang tanah rebus berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, berikut adalah potensi efek sampingnya.
Mengutip Health Shots, beberapa orang di seluruh dunia memiliki alergi kacang. Reaksi terhadap kacang tanah bisa berbeda-beda, mulai dari gatal-gatal, ruam, sampai sesak nafas.
Selain itu, asam fitat dalam kacang tanah dapat mengurangi penyerapan mineral dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Gas, kembung, atau diare mungkin terjadi pada beberapa individu setelah mengonsumsi kacang tanah dalam jumlah besar, untuk mengurangi risiko efek samping, penting untuk mengonsumsi kacang tanah secara moderat.
Terlalu banyak mengonsumsi kacang-kacangan dalam satu waktu dapat meningkatkan asam urat, karena dalam kacang-kacangan mengandung senyawa purin yang memicu munculnya asam urat.
Apabila Anda mengolah kacang rebus dengan menambahkan garam, terlalu banyak mengonsumsinya juga berpotensi menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
