
Ilustrasi mengalami gejala anoreksia nervosa. (Freepik)
JawaPos.com – Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini seringkali melibatkan ketakutan yang mendalam terhadap kenaikan berat badan dan pandangan tubuh yang tidak realistis.
Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan pengurangan asupan makanan secara ekstrem. Kondisi ini sering disertai dengan pandangan tubuh yang menyimpang, meskipun berat badan sudah berada di bawah normal.
Memahami anoreksia membantu mengidentifikasi tanda-tandanya lebih awal. Penanganan yang tepat dapat mencegah dampak lebih lanjut pada kesehatan fisik dan mental.
Berikut waspada anoreksia nervosa tentang gejala, penyebab, dan cara pemulihan efektif untuk hidup sehat dan bahagia dilansir dari laman Mentalhealth.
1. Gejala Utama Anoreksia
Gejala anoreksia dapat sangat beragam. Penurunan berat badan yang drastis sering menjadi tanda utama.
Kondisi ini juga ditandai dengan munculnya rambut halus di tubuh akibat tubuh mencoba menjaga suhu tetap hangat. Masalah pencernaan seperti sembelit dan perut kembung kerap terjadi.
Penderita sering memiliki kebiasaan makan yang tidak biasa, seperti memotong makanan menjadi potongan kecil atau makan dengan sangat lambat. Pikiran obsesif terkait berat badan dan makanan mendominasi kehidupan sehari-hari, mengurangi kualitas hidup secara keseluruhan.
2. Faktor Penyebab Anoreksia
Penyebab anoreksia melibatkan kombinasi faktor psikologis, sosial, dan biologis. Harga diri rendah sering menjadi pemicu utama, di mana individu merasa tidak cukup baik.
Tekanan sosial dari standar kecantikan juga dapat mempengaruhi persepsi seseorang terhadap tubuhnya. Faktor genetik dan ketidakseimbangan zat kimia di otak turut berperan dalam meningkatkan risiko gangguan ini.
Stres yang sulit diatasi sering kali memperburuk kondisi. Kombinasi berbagai faktor ini menjadikan anoreksia sebagai gangguan yang kompleks dan memerlukan perhatian khusus.
3. Pentingnya Bantuan Profesional
Bantuan profesional menjadi langkah penting untuk pemulihan. Dokter dapat membantu menilai kondisi fisik dan memberikan rujukan ke spesialis gangguan makan.
Terapi bicara seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dapat membantu mengatasi pikiran negatif tentang tubuh dan makanan. Dalam beberapa kasus, perawatan rawat inap mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi berat badan yang sangat rendah.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
