Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 15.05 WIB

Manfaat dan Bahaya Pakai Plester Mulut saat Tidur

Ilustrasi orang yang menggunakan plester mulut. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang yang menggunakan plester mulut. (Pexels)

JawaPos.com - Tren menutup mulut dengan plester saat tidur tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Metode ini disebut-sebut bisa membantu tidur lebih nyenyak dan mencegah kebiasaan tidur dengan mulut terbuka. Tapi, benarkah tindakan ini aman secara medis? 

Ada beberapa hal penting yang harus dipahami sebelum mencoba tren plester mulut. Saat seseorang tidur, tubuh tetap menjalankan fungsi vital secara otomatis, termasuk bernapas. Mekanisme pernapasan pada dasarnya terjadi secara refleks lewat hidung. 

Namun, dalam kondisi tertentu, fungsi hidung tidak bisa maksimal. Saat itulah mulut akan otomatis terbuka untuk bernapas. “Bernapas lewat hidung sebenarnya adalah cara yang paling ideal. Hidung punya sistem penyaring alami berupa rambut halus dan mukosa yang bisa menyaring debu, bakteri, hingga alergen sebelum udara masuk ke paru-paru,” jelas Dr dr Wiyono Hadi SpTHTBKL SubSp Rino (K). 

Selain itu, udara yang masuk melalui hidung akan dilembapkan dan dihangatkan, sehingga lebih aman bagi saluran pernapasan. Karena itu, bila seseorang terbiasa bernapas lewat mulut saat tidur, itu justru bisa menimbulkan sejumlah masalah. 

Mulut jadi cepat kering, tenggorokan terasa gatal saat bangun, hingga risiko gigi berlubang lebih tinggi akibat produksi air liur yang berkurang. Di sinilah mouth taping mulai dianggap bermanfaat. Dengan menutup mulut saat tidur, seseorang “dipaksa” bernapas melalui hidung. 

“Kalau saluran nafas hidungnya baik, tidak ada penyumbatan, tidak sedang pilek, tidak mendengkur, itu boleh-boleh saja. Bahkan lebih baik," ungkap dokter spesialis telinga hidung tenggorokan RS PHC Surabaya itu. 

Masalah muncul ketika seseorang memaksa menutup mulut dengan plester padahal hidungnya tidak dalam kondisi baik atau memiliki gangguan. Misalnya, rongga hidungnya sempit karena pilek atau kelainan anatomi, alergi, hingga adanya polip hidung. 

"Kalau jalan nafas dari hidung tidak cukup, lalu mulutnya ditutup paksa, pasti akan gelagapan cari udara. Bisa terjadi gagal napas. Ini sangat berisiko, terutama pada anak-anak atau lansia,” tegasnya.

Untuk itu, sebelum mencoba mouth taping, sebaiknya periksakan dulu kondisi hidung dan saluran napas ke dokter THT. Pemilihan jenis plester juga perlu diperhatikan. Hindari plester sembarangan yang tidak didesain khusus untuk kulit, karena bisa menimbulkan iritasi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore