
dr. Paulus Simadibrata (paling kiri), dokter spesialis penyakit dalam RS Abdi Waluyo. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Penyakit radang usus atau dikenal juga dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah kondisi kronis yang ditandai dengan peradangan pada saluran pencernaan. Ini bukan sekadar sakit perut biasa, melainkan penyakit serius yang bisa menyebabkan gejala seperti diare persisten, nyeri perut hebat, penurunan berat badan, dan kelelahan.
Peradangan yang terjadi bisa merusak lapisan usus dari waktu ke waktu. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya secara signifikan.
Saat ini, banyak pasien yang belum mengetahui perbedaan antara radang usus dengan sakit maag. Bahkan seringkali pasien merasa mereka menderita sakit maag saat mengalami radang usus.
dr. Paulus Simadibrata, dokter spesialis penyakit dalam RS Abdi Waluyo pun menjelaskan hal ini. Dia mengungkapkan yang menjadi pembeda utama antara dua penyakit ini yakni radang usus jarang sembuh sendiri.
"Penyakit IBD ini jarang sembuh sendiri, kadang-kadang walaupun diobati, dengan obat sakit maag, tidak bisa sembuh. Kalau sakit maag, yang medis dispepsia atau gastritis, itu dengan pemberian obat sakit maag akan sembuh, akan membaik. Tapi kalau IBD, diberikan antasida, atau obat-obat penurunan asam lambung, tidak akan bisa sembuh," jelasnya di Jakarta, Jumat (12/9).
Dia menekankan, radang usus memerlukan penanganan khusus dan dilakukan pemeriksaan lebih detail. Tujuannya agar diagnosis radang usus bisa dilakukan dengan benar.
"Kalau orang sakit maag biasa, mungkin dengan pemberian obat maag, setelah 1-2 minggu, dia akan membaik, kalau tidak membaik, ini juga ada pemeriksaan detail, yaitu endoskopi lambung. Ini sedikit gambaran mengenai membedakan penyakit IBD dengan sakit maag," jelasnya.
dr. Paulus mengungkapkan radang usus itu termasuk pada penyakit radang kronik lantaran tak pernah sembuh dan membutuhkan proses inflamasi, sehingga peradangan ini akan terus berjalan. Bahkan jika hal ini terjadi tanpa diobati, akan berdampak buruk dengan terjadinya kerusakan dari glukosa di selaput lendir usus.
Selanjutnya, usus akan semakin tipis, rusak, dan akan ada sariawan di usus. Lebih buruknya, sariawan tersebut akan menyebabkan risiko komplikasi lebih lanjut.
"Komplikasi lebih lanjut bisa terjadi striktur salah satunya. Striktur itu adalah penyempitan saluran usus. Karena pada perjalanan penyembuhan peradangan kronik atau sariawan usus, itu sembuh, luka, sembuh, luka. Bayangkan saja seperti sariawan timbul, itu kan nggak enak. Akhirnya menjadi satu luka yang tidak beraturan, akan terus-terus berkembang akhirnya mempunyai risiko terjadi kanker khusus," jelasnya.
Dia menegaskan, jika memang pasien merasakan rasa sakit di perutnya, lebih baik diperiksakan agar bisa dideteksi secara dini untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang. Deteksi dan keluhan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan Abdi Waluyo Inflammatory Bowel Disease (IBD) Center dan Rudolf Simadibrata Gastroenterology-Hepatology & Endoscopy Center. Keduanya memang dirancang untuk menangani berbagai keluhan sistem pencernaan.
Selanjutnya, diagnosis penyakit radang usus biasanya dibuat berdasarkan keluhan atau gejala pasien seperti nyeri perut berulang, perubahan pola buang air besar, buang air besar berdarah, serta penurunan berat badan, ditambah dengan pemeriksaan fisik dan penunjang. "Sehingga apa yang harus kita lakukan adalah mendeteksi secara dini untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
