Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 September 2025, 17.20 WIB

Kenali 5 Ciri Batu Empedu yang Parah, Waspadai Komplikasi Jika Tak Segera Diobati

Sakit Peruh Parah (Ilustrasi Canva) - Image

Sakit Peruh Parah (Ilustrasi Canva)

JawaPos.com - Batu empedu adalah masalah kesehatan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini muncul ketika cairan empedu dalam kantong empedu membentuk endapan keras seperti kristal.

Kantong empedu sendiri merupakan organ kecil di bawah hati yang menyimpan cairan empedu. Cairan ini berperan penting dalam pencernaan lemak dari makanan sehari-hari.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, batu empedu dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius sehingga penting mengenali ciri-cirinya agar penanganan medis bisa segera dilakukan.

Dilansir dari laman Alodokter.com, berikut ini sejumlah tanda batu empedu parah yang perlu diwaspadai karena berisiko menimbulkan komplikasi berbahaya.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Makanan Untuk Penderita Batu Empedu, Salah Satunya Ikan

1. Sakit Perut yang Sangat Parah

Ciri batu empedu parah biasanya ditandai dengan sakit perut kanan atas yang muncul tiba-tiba. Rasa sakit ini terasa konsisten dan berlangsung lama.

Penderita sering kesulitan menemukan posisi nyaman, bahkan sulit duduk diam karena rasa nyeri. Sakit perut bisa menjalar ke ulu hati, punggung, hingga bahu.

Dalam kondisi lebih parah, sakit perut bisa berlangsung berjam-jam bahkan berhari-hari. Hal ini mengindikasikan adanya peradangan atau penyumbatan serius di saluran empedu.

Jika sakit perut tak kunjung reda, segera hubungi tenaga medis. Penanganan cepat mencegah komplikasi, seperti infeksi kantong empedu atau peritonitis yang berbahaya.

Baca Juga: Kenali Penyebab Penyakit Batu Empedu, Berasal dari Turunan sampai Gaya Hidup

2. Mual dan Muntah

Gejala batu empedu parah juga ditandai dengan mual dan muntah yang sulit dikendalikan. Tubuh bereaksi alami akibat rasa nyeri hebat di bagian perut.

Selain mual, penderita juga bisa mengalami keringat berlebihan dan tubuh terasa sangat lemah. Kondisi ini memperburuk dehidrasi dan mengganggu keseimbangan elektrolit.

Muntah berulang bisa membuat tubuh kehilangan cairan cukup banyak. Jika dibiarkan, pasien berisiko mengalami komplikasi lebih serius pada sistem pencernaan.

Segera periksakan kondisi jika mual dan muntah tidak terkendali. Dokter dapat menentukan penanganan terbaik untuk mencegah risiko dehidrasi atau masalah lain.

3. Demam Tinggi 

Demam tinggi sering disertai menggigil adalah ciri lain batu empedu parah. Gejala ini menandakan adanya infeksi serius pada kantong empedu atau saluran empedu.

Kondisi ini terjadi ketika batu menyumbat aliran empedu dalam jangka waktu lama. Akibatnya, cairan empedu menumpuk dan memicu peradangan disebut kolesistitis.

Selain nyeri hebat, penderita juga merasa sangat lemah, lelah, dan kehilangan nafsu makan. Kondisi ini bisa berkembang menjadi infeksi berbahaya bila terlambat ditangani.

Jika demam melebihi 38 derajat Celsius disertai nyeri hebat, segera cari pertolongan medis. Penanganan cepat mencegah infeksi menyebar ke organ lain dalam tubuh.

4. Kulit dan Mata Menguning

Batu empedu parah dapat menyebabkan kulit menguning. Kondisi ini dikenal sebagai jaundice yang terjadi karena cairan empedu bocor ke dalam aliran darah.

Dilansir dari lamam Halodoc.com, penyumbatan saluran empedu membuat cairan kembali ke hati. Akibatnya, bilirubin meningkat dalam darah dan menimbulkan warna kuning pada kulit maupun mata.

Selain kulit, bagian putih mata juga berubah menjadi kuning. Gejala ini menandakan adanya sumbatan serius yang menghambat aliran empedu ke usus.

Jika warna kulit dan mata menguning semakin jelas, segera periksakan diri. Penanganan cepat mencegah kerusakan hati dan komplikasi pencernaan lebih lanjut.

5. Perubahan Warna Urine dan Tinja

Ciri batu empedu parah juga terlihat dari urine berwarna lebih gelap, mirip teh pekat. Hal ini disebabkan peningkatan bilirubin yang dikeluarkan melalui urine.

Selain itu, feses penderita berubah pucat atau sangat terang. Kondisi ini terjadi karena cairan empedu gagal mencapai usus akibat penyumbatan.

Perubahan warna urine dan tinja adalah tanda bahwa sistem pencernaan terganggu. Jika dibiarkan, risiko komplikasi hati dan infeksi bisa semakin meningkat.

Segera lakukan pemeriksaan jika gejala ini muncul. Penanganan medis penting untuk mengembalikan fungsi normal saluran empedu dan mencegah kerusakan organ.

Batu empedu tanpa gejala biasanya tidak memerlukan operasi. Cukup menjaga pola makan, olahraga, serta mengatur berat badan untuk mencegah risiko komplikasi.

Namun, batu empedu yang sudah parah biasanya memerlukan tindakan medis. Salah satu pilihan umum adalah operasi pengangkatan kantong empedu (kolesistektomi). 

Operasi dianjurkan pada pasien dengan gejala serius, terutama lansia, penderita obesitas, atau mereka yang berisiko tinggi mengalami infeksi berulang. Dengan operasi, penderita bisa terbebas dari komplikasi berbahaya. 

Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar penderita mendapatkan penanganan medis lebih cepat. Dengan begitu, komplikasi berbahaya bisa dicegah lebih awal.

Pola hidup sehat, mulai dari menjaga asupan serat, mengurangi lemak berlebih, hingga rutin olahraga dapat membantu mencegah terbentuknya batu empedu.

Jika sudah muncul gejala parah, segera temui dokter untuk konsultasi dan tindakan medis. Penanganan cepat adalah kunci menjaga kesehatan tetap optimal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore