Metode neurorestorasi satu ini dilakukan dengan cara yang menanamkan elektroda yang diletakkan pada posisi yang begitu dekat dengan sel saraf (neuron). Dengan demikian, stimulasi yang diberikan akan lebih tepat sasaran dan efisien.
Melalui cara tersebut, bagian saraf tertentu bisa diaktifkan kembali dan dilatih ulang sehingga otak memiliki peluang lebih besar untuk pulih. Sebagai contoh, stimulasi epidural pada perilesional yang dikombinasikan dengan rehabilitas untuk mendorong pemulihan motorik pasca stroke.
Pada penerapannya DBS bisa membantu meningkatkan aktivitas di sisi otak yang terkena stroke, memperkuat hubungan antara kedua belahan otak, dan menyeimbangkan interaksi antarbelahan otak.
Teknologi VR dimanfaatkan untuk rehabilitas klinis. Metode seperti ini, dapat memberikan pengalaman interaktif berbasis komputer dalam lingkungan simulasi, biasanya melibatkan umpan balik suara dan visual.
Penggunaan VR bisa menjadi terapi tambahan selain rehabilitasi konvensional dan membantu mengurangi durasi untuk rawat inap.
Melalui terapi musik, ternyata bisa meningkatkan fungsi kognitif, karena melibatkan berbagai proses kognitif dan emosional.
Mendengarkan musik bukan hanya mengaktifkan area pendengaran tetapi juga area di kedua belahan otak, meliputi bagian temporal, frontal, parietal, dan subkortikal. Hal tersebut berhubungan dengan pemrosesan bahasa dan musik, memori, serta fungsi motorik.
Metode neurorestorasi selanjutnya yaitu menggunakan ars listrik lemah untuk merangsang bagian otak tertentu, seperti area gerak atau sensorik, namun tergantung pada area yang terdampak ketika pasien stroke.
Adanya proses stimulasi dalam metode ini, yang dilakukan menggunakan dua elektroda, terdiri dari anoda dan katoda. Anoda berfungsi untuk mengalirkan arus positif yang bisa menginduksi depolarisasi sehingga membuat membran saraf lebih mudah teraktivasi.
Sedangkan katoda berfungsi untuk mengalirkan arus negatif yang menginduksi hiperpolarisasi. Metode tDCS ini dapat meningkatkan kemampuan otak untuk membentuk kembali koneksi saraf yang baru alias memperkuat koneksi yang sudah ada (neuroplastisitas).
Hal tersebut begitu penting untuk bisa memulihkan fungsi yang hilang karena stroke, cedera, atau penyakit saraf lainnya. Dengan mengetahui beberapa metode pemulihan pasca stroke di atas, seseorang bisa memperbaiki kesehatannya dengan pemulihan menggunakan metode neurorestorasi. Tentunya hal ini sesuai saran dari dokter terkait.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
