
Ilustrasi depresi. (freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa sedih berkepanjangan, menarik diri dari teman-teman, atau kehilangan semangat tanpa tahu alasannya? Jika iya, kamu tidak sendiri. Depresi bisa dialami siapa saja, termasuk remaja.
Menurut penelitian, sekitar 20% remaja mengalami depresi sebelum mencapai usia dewasa. Angka ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental bukan hal sepele dan bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang jika tidak segera ditangani.
Sayangnya, banyak orang yang masih salah paham tentang depresi. Misalnya, ketika penyanyi Willow Smith, putri dari Will Smith, mengaku mengalami depresi, sebagian orang malah menghakiminya dengan berbagai komentar negatif.
Padahal, depresi tidak memandang usia, status sosial, atau latar belakang hidup seseorang. Kondisi ini bisa menyerang siapa pun, kapan pun, terutama di masa remaja ketika seseorang sedang mengalami banyak perubahan emosi dan identitas diri.
Berikut ini adalah lima tanda depresi pada remaja menurut penjelasan dalam kanal YouTube psikologi populer Psych2Go, yang perlu kamu kenali sejak dini agar bisa mendapatkan bantuan dengan tepat.
1. Merasa Sedih dan Murung Berkepanjangan
Salah satu tanda paling umum dari depresi adalah suasana hati yang terus-menerus rendah. Kamu mungkin sering merasa sedih, kosong, atau menangis tanpa alasan jelas. Hal-hal yang biasanya membuatmu senang kini terasa hambar dan tidak lagi memberi kebahagiaan.
Jika perasaan ini berlangsung selama berminggu-minggu, ini bisa menjadi sinyal bahwa kamu sedang mengalami depresi dan perlu bercerita kepada seseorang yang kamu percaya.
2. Mudah Marah dan Tidak Toleran terhadap Orang Lain
Depresi tidak selalu muncul dalam bentuk kesedihan. Pada remaja, gejalanya sering kali muncul dalam bentuk iritabilitas atau mudah tersinggung. Kamu mungkin merasa cepat marah, mudah kesal, atau kerap memarahi orang terdekat tanpa alasan yang jelas.
Jika kamu merasa perubahan suasana hati ini mulai mengganggu hubunganmu dengan orang lain, penting untuk mencari bantuan, misalnya dengan berbicara kepada orang tua, guru, konselor, atau teman yang bisa dipercaya.
3. Merasa Tidak Berdaya dan Tidak Punya Kendali atas Hidup
Remaja yang mengalami depresi sering merasa kehilangan arah dan kendali atas hidupnya. Muncul perasaan tidak mampu, bingung, atau tidak yakin dengan masa depan. Jika perasaan seperti ini berlangsung lama, lebih dari beberapa minggu, dan disertai dengan rasa bersalah, cemas, atau putus asa, maka itu bisa menjadi tanda depresi yang memerlukan perhatian serius.
4. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Apakah kamu merasa lebih nyaman sendirian dan enggan bertemu orang lain? Ketika depresi datang, seseorang cenderung menghindari interaksi sosial karena merasa lelah secara emosional. Mereka takut harus “berpura-pura bahagia” di depan orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022